Menurut Jatmiko, saat ini jumlah lokalisasi di Kabupaten Batang ada enam tempat yaitu Bong Cino, Boyongsari, Jrakah Payung, Wuni, Surodadi Barat, dan Suradadi Timur. Namun, katanya, kemungkinan para pelacur juga berpraktek di sejumlah warung remang-remang yang berada di sepanjang pantura Alas Roban dan Banyuputih sehingga penularan penyakit tersebut juga akan mudah menyebar.
"Penyakit IMS ini memang cepat dan mudah menular pada orang lain yang melakukan hubungan seks dengan penderita penyakit itu sehingga masyarakat kami imbau waspada," katanya. Jatmiko mengatakan, dari hasil skrining klinik IMS Puskesmas Banyuputih hingga November 2009, sedikitnya ada 50 PSK yang terserang Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).
Dari 50 pekerja komersial tersebut, katanya, hampir 50 persen masih melakukan praktik di lokalisasi jalur pantura Kabupaten Batang. "Dengan kondisi yang ada di Kabupaten Batang ini maka penyebaran HIV/AIDS sudah mengkhawatirkan karena jika 25 PSK yang mengidap HIV/AIDS masih beroperasi maka dimungkinkan dalam sebulan akan ada ratusan orang yang tertular penyakit itu," katanya.(JUM)
"Penyakit IMS ini memang cepat dan mudah menular pada orang lain yang melakukan hubungan seks dengan penderita penyakit itu sehingga masyarakat kami imbau waspada," katanya. Jatmiko mengatakan, dari hasil skrining klinik IMS Puskesmas Banyuputih hingga November 2009, sedikitnya ada 50 PSK yang terserang Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).
Dari 50 pekerja komersial tersebut, katanya, hampir 50 persen masih melakukan praktik di lokalisasi jalur pantura Kabupaten Batang. "Dengan kondisi yang ada di Kabupaten Batang ini maka penyebaran HIV/AIDS sudah mengkhawatirkan karena jika 25 PSK yang mengidap HIV/AIDS masih beroperasi maka dimungkinkan dalam sebulan akan ada ratusan orang yang tertular penyakit itu," katanya.(JUM)