Senin, 14 Desember 2009

Sebanyak 80 Persen PSK di Batang Terserang Penyakit Seksual

Sedikitnya 80 persen dari 600 pekerja seks komersial yang mangkal di sejumlah lokalisasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terserang penyakit infeksi menular seksual (IMS). "Risiko lagi, PSK yang mengidap penyakit itu masih melakukan praktik di sejumlah lokalisasi," kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Batang, Jatmiko, Selasa (8/12) seperti dikutip ANTARA.
Menurut Jatmiko, saat ini jumlah lokalisasi di Kabupaten Batang ada enam tempat yaitu Bong Cino, Boyongsari, Jrakah Payung, Wuni, Surodadi Barat, dan Suradadi Timur. Namun, katanya, kemungkinan para pelacur juga berpraktek di sejumlah warung remang-remang yang berada di sepanjang pantura Alas Roban dan Banyuputih sehingga penularan penyakit tersebut juga akan mudah menyebar.

"Penyakit IMS ini memang cepat dan mudah menular pada orang lain yang melakukan hubungan seks dengan penderita penyakit itu sehingga masyarakat kami imbau waspada," katanya. Jatmiko mengatakan, dari hasil skrining klinik IMS Puskesmas Banyuputih hingga November 2009, sedikitnya ada 50 PSK yang terserang Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Dari 50 pekerja komersial tersebut, katanya, hampir 50 persen masih melakukan praktik di lokalisasi jalur pantura Kabupaten Batang. "Dengan kondisi yang ada di Kabupaten Batang ini maka penyebaran HIV/AIDS sudah mengkhawatirkan karena jika 25 PSK yang mengidap HIV/AIDS masih beroperasi maka dimungkinkan dalam sebulan akan ada ratusan orang yang tertular penyakit itu," katanya.(JUM)




Perusahaan Internet Cina Incar Friendster

Situs jejaring sosial Friendster yang lebih dulu beredar di dunia maya ketimbang Facebook dan MySpace dipastikan dijual akhir bulan ini. Seperti diwartakan Reuters, Jumat (4/12), Friendster bakal dilepas kepada salah seorang pembeli dari Asia dengan harga sekitar US$ 100 juta.
Saat ini, pamor Friendster yang didirikan pada 2002 dengan cepat menurun ketimbang situs jaringan sosial lainnya di Amerika Serikat. Namun, Friendster sekarang banyak digunakan di Asia, di mana lebih dari setengah 100 juta pengguna terdaftar. Kesepakatan antara pembeli dan pihak Friendster sendiri akan diumumkan akhir Desember ini. Demikian dikatakan sumber yang menolak dipublikasi.

TechCrunch, sebuah industri blog, mengatakan dalam bulan uli, Friendster bernilai US$ 210 juta. Ini berarti kalah bersaing dibandingkan dengan Facebook yang nilainya sekitar US$ 10 miliar.

Pimpinan puncak (CEO) Friendster Richard Kimber mengatakan kepada Reuters, Morgan Stanley telah disewa untuk menangani transaksi ini. "Kami punya daftar pendek pada titik ini, bahwa kita sedang bernegosiasi," ujar Kimber.

Friendster, seperti Facebook, telah berjuang untuk menemukan strategi yang efektif, seperti penargetan pengakses situs yang lebih muda pada hari Jumat dan akan memindahkan fokus dari pendapatan iklan untuk mikro-transaksi.

Perusahaan jejaring sosial yang berkantor pusat di California, Amerika Serikat, telah menolak pembelian US$ 30 juta dari Google Inc. Padahal, Google telah menawar sejak enam tahun lalu.

Tencent Holdings, perusahaan internet terbesar di Cina yang menawar dengan nilai pasar US$ 35 miliar, berada di antara daftar pendek peserta tender. Sementara Facebook juga menunjukkan minat, tapi ditolak karena kompetisi dan isu-isu kekayaan intelektual. Adapun Friendster memegang lima paten AS yang berkaitan dengan jaringan sosial sesuai dengan Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat.(RST/ANS)




Cari Blog Ini

Daftar Blog

Bagaimana blog ini menurut anda....?