Sabtu, 05 Desember 2009

DAYAK IDENTITY

Dayak adalah istilah kolektif untuk masyarakat asli Kalimantan.
Istilah dayak paling umum digunakan untuk menyebut orang-orang asli non muslim,non melayu yang tinggal dipulau Kalimantan.
Terdapat beragam penjelasan tentang etimologi istilah dayak.
Kata dayak berasal dari kata ‘daya’yang diambil dari bahasa kenyahyang berarti bagian hulu sungai atau pedalaman.

Keasyikan orang dengan praktik budaya dayak dan citra klasiknyasebagai orang asli yang masih primitive itu pada mulanya berasal dari tulisan-tulisan para pelancong eropa sejak abad ke 19. Tulisan-tulisan maupun laporan-laporan pelancong eropa berpengaruh besar terhadap representase tentang dayak.
Citra yang paling popular tentang Kalimantan selama ini adalah yang berkaitan dengan perburuan kepala manusia “The head hunter of borneo” .
Cerita tentang the head hunter ini pernah popular dan diterbitkan oleh media di Inggris pada tahun 1881 oleh Bock. Banyakpenyumbang terhadap terciptanya citra dayak sebagai orang/suku pemburu kepala manusia bahkan para pemburu kepala dan orang-orang liar telah ditulis secara luas dan telah menjadi atraksi utama dipulau Kalimantan.
Karena begitu terkanalnya budaya orang dayak dalam kebiasaanya berburu kepala manusia sampai-sampai para peneliti barat menjadi sangat penasaran,karena perburuan kepala merupakan salah satu dari adat kebiasaan yang nyaris mengundang begitu banyak perhatian,karena kebiasan yang satu ini sangat cocok dengan khayalan-khayalan orang barat tentang biadabnya kehidupan primitive
Bagi orang dayak,tengkorak namusia yang sudah dikeringkan adalah sihir yang paling kuat didunia,sebuah kepala yang baru dipenggal dari lehernya cukup kuat untuk menyelamatkan seantero kampong maupun desa dari wabah penyakit ,sebuah kepala yang sudah di bubuhi ramuan bila di manipulasi dengan tepat cukup kuat untuk menghasilkan hujan,meningkatkan hasil panen padi,mengusir roh-roh jahat,dan membagikan pengetahuan dari orang-orang pintar suku tersebut.
Kalau ternyata satu tengkorak tak cukup kuat itu karena kekuatanya sudah pudar ,karena itu diperlukan sebuah tengkorak yang lebih segar. Tentu saja semakin banyak tengkorak yang ada maka semakin besar kekuatan yang dihasilkan oleh gabungan kekuatan tengkorak-tengkorak yang ada.
Suku-suku ang tidak memiliki ulu atas namanya tidak akan mampu melawan Mandau-mandau,tombak maupun beracunnya sumpit yang menjadi senjata andalan suku dayak.
Oleh karena itu bersukurlah jika saudaraku yang merasa orang dayak,karena kita mempunyai budaya dan tradisi yang sangat tinggi nilainya sehingga membuat orang bahkan dunia tercengang dan ingin mengetahuinya lebih mendalam.
Hidup Dayak untuk selamanya.
Komentar donk…………………………….?




Rabu, 02 Desember 2009

ASAL USUL SUKU DAYAK

Kata Dayak berasal dari kata Daya” yang artinya hulu, untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan Kalimantan umumnya dan Kalimantan Barat.

Ada berbagai pendapat tentang asal-usul orang Dayak, tetapi sampai saat ini belum ada yang betul-betul memuaskan. Namun, pendapat yang diterima umum menyatakan bahwa orang Dayak ialah salah satu kelompok asli terbesar dan tertua yang mendiami pulau Kalimantan (Tjilik Riwut 1993: 231). Gagasan tentang penduduk asli ini didasarkan pada teori migrasi penduduk ke Kalimantan. Bertolak dari pendapat itu adalah dipercayai bahawa nenek moyang orang Dayak berasal dari China Selatan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Mikhail Coomans (1987: 3):
semua suku bangsa Daya termasuk pada kelompok yang bermigrasi secara besar-besaran dari daratan Asia. Suku bangsa Daya merupakan keturunan daripada imigran yang berasal dari wilayah yang kini disebut Yunnan di Cina Selatan. Dari tempat itulah kelompok kecil mengembara melalui Indo China ke jazirah Malaysia yang menjadi loncatan untuk memasuki pulau-pulau di Indonesia, selain itu, mungkin ada kelompok yang memilih batu loncatan lain, yakni melalui Hainan, Taiwan dan Filipina. Perpindahan itu tidak begitu sulit, kerana pada zaman glazial (zaman es) permukaan laut sangat turun (surut), sehingga dengan perahu-perahu kecil sekalipun mereka dapat menyeberangi perairan yang memisahkan pulau-pulau itu.

Orang-orang Dayak ialah penduduk pulau Kalimantan yang sejati, dahulu mereka ini mendiami pulau Kalimantan, baikpun pantai-pantai baikpun sebelah ke darat. Akan tetapi tatkala orang Melayu dari Sumatera dan Tanah Semenanjung Melaka datang ke situ terdesaklah orang Dayak itu lalu mundur, bertambah lama, bertambah jauh ke sebelah darat pulau Kalimantan.

Teori tentang migrasi ini sekaligus boleh menjawab persoalan: mengapa suku bangsa Dayak kini mempunyai begitu banyak sifat yang berbeza, sama ada dalam bahasa maupun dalam ciri-ciri budaya mereka.

Dewasa ini suku bangsa Dayak terbagi dalam enam rumpun besar, iaitu Kenyah-Kayan-Bahau, Ot Danum, Iban, Murut, Klemantan dan Punan. Keenam rumpun ini terbagi lagi kepada lebih kurang 405 sub suku. Meskipun terbagi kepada ratusan sub suku, kelompok suku Dayak memiliki kesamaan ciri-ciri budaya yang khas. Ciri-ciri tersebut menjadi faktor penentu salah suatu sub suku di Kalimantan dapat dimasukkan ke dalam kelompok Dayak. Ciri-ciri tersebut ialah rumah panjang, hasil budaya material seperti tembikar, mandau, sumpit beliong (kapak Dayak) pandangan terhadap alam, mata pencarian (sistem perladangan) dan seni tari.

Saduran dari Wikipedia. Bagi Detikers yang ingin menambahkan atau mengkoreksi, aq persilahkan untuk posting disini.



Selasa, 01 Desember 2009

Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya

Kawasan hutan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya didominir oleh puncak-puncak pegunungan Schwaner. Keberadaan pegunungan tersebut merupakan perwakilan dari tipe ekosistem hutan hujan tropika pegunungan dengan kelembaban relatif tinggi (86%).

Tercatat 817 jenis tumbuhan yang termasuk dalam 139 famili diantaranya Dipterocarpaceae, Myrtaceae, Sapotaceae, Euphorbiaceae, Lauraceae, dan Ericadeae. Selain terdapat tumbuhan untuk obat-obatan, kerajinan tangan, perkakas/bangunan, konsumsi, dan berbagai jenis anggrek hutan. Terdapat bunga raflesia (Rafllesia sp.) yang merupakan bunga parasit terbesar dan juga tumbuh di Gunung Kinibalu Malaysia. Tumbuhan endemik antara lain Symplocos rayae, Gluta sabahana, Dillenia beccariana, Lithocarpus coopertus, Selaginnella magnifica, dan Tetracera glaberrima.
Satwa mamalia yang dapat dijumpai antara lain macan dahan (Neofelis nebulosa), orangutan (Pongo satyrus), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutung merah (Presbytis rubicunda rubicunda), kukang (Nyticebus coucang borneanus), rusa sambar (Cervus unicolor brookei), bajing terbang (Petaurista elegans banksi), dan musang belang (Visvessa tangalunga). Jenis burung yang menetap di taman nasional ini antara lain enggang gading (Rhinoplax vigil), rangkok badak (Buceros rhinoceros borneoensis), enggang hitam (Anthracoceros malayanus), delimukan zamrud (Chalcophaps indica), uncal kouran (Macropygia ruficeps), kuau raja (Argusianus argus grayi), dan kuau kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri). Kuau kerdil merupakan satwa endemik pulau Kalimantan yang paling terancam punah akibat kegiatan manusia di dalam hutan.

Masyarakat asli yang berada di sekitar taman nasional merupakan keturunan dari kelompok suku Dayak Limbai, Ransa, Kenyilu, Ot Danum, Malahui, Kahoi dan Kahayan. Karya-karya budaya mereka yang dapat dilihat adalah patung-patung kayu leluhur yang terbuat dari kayu belian, kerajinan rotan/bambu/pandan dan upacara adat.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Bukit Baka. Pendakian, menyelusuri sungai dan pengamatan satwa/tumbuhan. Bukit ini mempunyai ketinggian 1.620 meter dpl, dan sering ditutupi kabut dengan suhu udara antara 15° - 20°C. Puncak Bukit Baka dapat ditempuh sekitar tujuh jam perjalanan dari Dusun Nanga Juoi Kecamatan Manukung.
Bukit Raya. Pendakian, menyelusuri sungai dan pengamatan satwa/tumbuhan, wisata budaya. Ketinggian Bukit Raya sekitar 2.278 meter dpl, suhu udara antara 7° - 10°C. Lama pendakian dari Nanga Jelun-dung, dusun Rumokoy, Mihipit, Hulu Labang, Birang Merabai sampai ke puncak bukit sekitar 3-4 hari.
Sungai Senamang, Sepan Apui dan Sungai Ella. Arung jeram, sumber air panas, padang pengembalaan rusa, pengamatan satwa dan air terjun.

Atraksi budaya di luar taman nasional:
Kaburai. Stasiun Pelatihan dan Penelitian Kehutanan yang terletak di Dusun Kaburai. Tumbang Gagu. Melihat rumah panjang tradisional suku Dayak (Betang).

Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d September setiap tahunnya

Cara pencapaian lokasi :
Cara pencapaian lokasi: Pontianak-Sintang-Nanga Pinoh (mobil), 460 km selama sembilan jam dan dilanjutkan ke Nanga Nuak dengan speedboat selama 2,5 jam. Dari Nanga Nuak ke lokasi taman nasional selama dua jam dengan mobil. Atau dari Palangkaraya-Kasongan menggunakan mobil selama 1,5 jam, dilanjutkan menggunakan speedboat selama tiga jam menuju Tumbang Samba, dan ke Tumbang Hiran selama tiga jam dan ke Tumbang Senamang dan Kutuk Sepanggi selama dua dan empat jam.
Kantor: Jl. Dr. Wahidin No. 75
Sintang 78611, Kalimantan Barat
Telp./Fax. (0565) 23521
E-mail: tnbbbr@plasa.com
Dinyatakan ---
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 281/Kpts-II/1992
luas 181.090 hektar
Ditetapkan ---
Letak Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan
Barat dan Kabupaten Kotawaringin Timur





Taman Nasional Danau Sentarum

Taman Nasional Danau Sentarum merupakan perwakilan ekosistem lahan basah danau, hutan rawa air tawar dan hutan hujan tropik di Kalimantan.

Danau Sentarum sebagai danau musiman yang berada di taman nasional ini terletak pada sebelah cekungan sungai Kapuas, yaitu sekitar 700 km dari muara yang menuju laut Cina Selatan. Dibatasi oleh bukit-bukit dan dataran tinggi yang mengelilinginya, Danau Sentarum merupakan daerah tangkapan air dan sekaligus sebagai pengatur tata air bagi Daerah Aliran Sungai Kapuas. Dengan demikian, daerah-daerah yang terletak di hilir Sungai Kapuas sangat tergantung pada fluktuasi jumlah air yang tertampung di danau tersebut.
Taman Nasional Danau Sentarum memiliki tumbuhan khas dan asli yaitu tembesu/tengkawang (Shorea beccariana). Selain itu juga terdapat tumbuhan hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), dan kayu ulin (Eusideroxylon zwageri).istem perairan dari danau air tawar dan hutan tergenang ini menjadikan Danau Sentarum tidak seperti danau-danau lainnya. Airnya bewarna hitam kemerah-merahan karena mengandung tannin yang berasal dari hutan gambut di sekitarnya. Pada saat musim hujan, kedalaman air danau tersebut dapat mencapai 6-8 meter dan menyebabkan tergenangnya hutan sekitarnya. Tetapi, pada saat musim kemarau, dimana tinggi air di Sungai Kapuas berangsur-angsur turun, air dari Danau Sentarum akan mengalir ke Sungai Kapuas sehingga debit air di sungai tersebut relatif stabil. Akhirnya pada saat puncak musim kemarau, keadaan Danau Sentarum dan daerah sekitarnya akan menjadi hamparan tanah yang luas. Ikan-ikan yang tadinya berada di danau, akan terlihat di kolam-kolam kecil.Kehidupan masyarakat yang berada di sekitar taman nasional yaitu suku Dayak Iban, Sebaruk, Sontas, Kenyah dan Punan masih tradisional. Rumah panjang (Betang) yang dihuni oleh suku tersebut beragam besarnya, ada yang dihuni lima sampai delapan kepala keluarga dan ada yang dihuni 15 sampai 30 kepala keluarga. Rumah panjang yang dihuni 15 – 30 kepala keluarga, mempunyai panjang rata-rata 186 meter dan lebar 6 meter. Kehidupan di rumah betang memperlihatkan suatu kerukunan, kepolosan dan keramahtamahan suku tersebut, dan biasanya wisatawan akan disuguhi tarian dayak.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Bukit Lanjak, Nanga Kenelang dan Bukit Tekenang. Melihat panorama danau, bersampan dan pengamatan satwa burung dan penelitian yang dilengkapi sarana laboratorium.

Cara pencapaian lokasi :
Cara pencapaian lokasi: Pontianak-Sintang-Semitau menggunakan kendaraan roda empat sekitar 11 jam atau Sintang-Semitau menggunakan longboat (bandong) ditempuh sekitar tujuh jam. Dari Semitau ke lokasi menggunakan perahu motor jurusan Lanjak. Pontianak-Putussibau dengan pesawat terbang sekitar dua jam dan dari Putussibau ke Nanga Suhaid dengan longboat sekitar tujuh jam.
Kantor: Jl. Abdurahman Saleh No. 33
Pontianak, Kalimantan Barat
Telp. / Fax. : (0561) 734613
Dinyatakan ---
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 34/Kpts-II/99
luas 132.000 hektar
Ditetapkan ---
Letak Kabupaten Kapuas Hulu,
Provinsi Kalimantan Barat
Temperatur udara 26° - 30° C
Curah hujan 1.200 - 1.500 mm/tahun
Ketinggian tempat 37 - 40 meter dpl
Letak geografis 0°39’ - 1°00’ LU, 111°56’ - 112°25’ BT



Senin, 30 November 2009

Guncangan Dubai Tingkatkan Kekhawatiran Risiko Keuangan

(Vibiznews - Economy)- Berita mengejutkan tentang masalah utang Dubai mengangkat ketakutan akan kembalinya hari-hari paling gelap krisis keuangan karena pasar jatuh di seluruh dunia, tetapi analis pada Jumat meremehkan risiko jangka panjang.

Pasar di Asia, Eropa dan Amerika Serikat tersandung karena kekhawatiran utang buruk meningkatkan kekhawatiran baru bagi perekonomian dunia setelah guncangan permintaan Dubai untuk menangguhkan pembayaran kembali pinjaman utamanya.

Investor terguncang, menahan napas pada Jumat untuk melihat apakah pengumuman tak terduga dari salah satu Emirat Teluk yang sedang "booming" sekali akan memicu bahaya bagi ekonomi dunia, mirip dengan runtuhnya Lehman Brothers.

Kematian bank investasi AS pada September 2008 mengirimkan gelombang mengejutkan ke seluruh dunia dan menggembar-gemborkan fase awal yang paling menyakitkan krisis keuangan global.

.
Tetapi analis mengecilkan kekhawatiran bahwa permintaan dari kendaraan investasi pemerintah Dubai, Dubai World, untuk menangguhkan pembayaran utang selama enam bulan tanda sebuah akhir untuk pemulihan perekonomian global yang rapuh.

Adarsh Sinha, dari Barclays Capital, mengatakan peristiwa dramatis dari para pembuat kebijakan keras tahun lalu berarti sekarang lebih siap.

"Pertanyaannya adalah apakah ini akan menjadi pengulangan (kuartal keempat 2008) atau menjadi lebih singkat, koreksi lebih ramah," kata Sinha.

"Perbedaan utama antara sekarang dan kemudian adalah bahwa kebijakan otoritas lebih banyak menjaga untuk mencegah peristiwa pasar keuangan dari bangkitnya risiko sistemik."

Masalah-masalah Dubai yang berkaitan dengan runtuhnya pasar properti, agak awal daripada "krisis keuangan baru," kata analis dari Capital Economics dalam sebuah catatannya.

"Meskipun demikian, mereka adalah sebuah peringatan bahwa ekses warisan utang berat ekonomi masa lalu akan berlama-lama selama bertahun-tahun yang akan datang," kata mereka.

Lainnya mengecilkan prospek gelombang mengejutkan itu menyebar keluar dari Dubai.

John Sfakianakis, dari Calyon, mengatakan investor internasional memiliki "kepercayaan asli" di kawasan.

"Kualitas kredit hanya merosot tidak menjadi masalah di Arab Saudi, Abu Dhabi dan Qatar dan kami berharap bahwa dalam jangka pendek, investor akan tenang," katanya.

Namun masih ada banyak kekhawatiran, tentang eksposure bank-bank besar internasional, khususnya di Inggris, ke keuangan bermasalah Dubai.

Eksposur langsung bank-bank Eropa ke Dubai, menurut Credit Suisse, terbatas hanya 13 miliar dolar (8,7 miliar euro).

Tapi Luis Costa dari Commerzbank mengatakan guncangan dapat menyebabkan bank untuk memikirkan kembali investasi mereka, memproyeksikan "yang berpotensi sistemik memukul aliran modal global ke emerging market."

Namun demikian, Kit Juckes, kepala ekonom dari ECU, melihat bahaya kecil dalam jatuhnya pasar menyusul berita dari Dubai.

"Saya melihat Dubai lebih sebagai katalis untuk posisi pasar yang harus diambil dari bursa saham yang terlalu panas (overheated), daripada "sebagai momen yang menentukan dalam kecenderungan tahun ini," katanya.

"Dubai adalah satu bubble (gelembung) yang mati. Di tempat lain begitu banyak konstruksi berlebihan," tambah Juckes



Pemberantasan korupsi di Indonesia

1. Makna korupsi
Korupsi berasal dari kata corruptio (Latin) yang berasal dari kata Corrumrere yang berarti rusak, busuk, mengoyakkan, memutarbalikan dan menyogok.
Menurut Transparency international korupsi adalah perilaku pejabat publik baik politisi maupun pns yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri maupun orang dekatnya dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepadanya.
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia korupsi adalah perbuatan buruk, busuk, tidak bermoral, menerima uang sogok, penggelapan dan sebagainya.
Jadi korupsi itu adalah penyelewengan/penyalahgunaan jabatan resmi untuk kepentingan pribadi, orang lain yang dekat dengannya maupun golongan tertentu.

Definisi korupsi secara gamlang dapat dilihat dalam penjelasan UU no 31 Tahun 1999 Joncto UU no 20 tahun 2002 yang dijelaskan dalam 13 buah pasal UU tersebut.
Sifat korupsi
1. Korupsi bersifat terselubung
Yaitu korupsi yang secara sepintas kelihatan bermotif politik, tetapi secara tersembunyi sesungguhnya bermotif mendapatkan uang semata.
Contoh: Pejabat yang menerima uang suap dengan janji Akan memberikan kemudahan kepada pemberi uang suap untuk diangkat menjadi PNS maupun jabatan lain.
2. Korupsi bermotif ganda
Yaitu korupsi yang secara lahiriah kelihatannya hanya bermotif mendapatkan uang tetapi sesungguhnya bermotif lain yaitu untuk kepentingan politik.
Unsur-unsur Korupsi
- Melanggar hukum yang berlaku
- Menyalahgunakan wewenang
- Merugikan Negara
- Memperkaya diri, orang lain maupun kelompok tertentu.
Ciri-ciri korupsi
- Korupsi selalu melibatkan lebih dari satu orang
- Pada umumnya dilakukan secara rahasia dan sembunyi-sembunyi
- Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik, kewajiban dan keuntungan tidak selalu berupa uang.
- Setiap perbuatan korupsi mengandung penipuan
- Setiap bentuk korupsi merupakan penghianatan kepercayaan.
2. Faktor-faktor penyebab korupsi
Mengapa suatu kasus dapat dikatakan sebagai tindakan korupsi?
Korupsi muncul tergantung daripada keputusan hukum yang berlaku disuatu Negara.
Di Indonesia suatu tindakan korupsi seseorang dapat disebabkan oleh:
1. Konsentrasi kekuasaan pada si pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat.
2. Kurangnya transparansi pada pengambilan keputusan pemerintah
3. Kampanye-kampanye politik yang mahal dengan pengeluaran lebih besar dari pada pendanaan politik yang normal.
4. Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar
5. Lingkungan tetutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan “Teman lama”
6. Lemahnya ketertiban hukum
7. Lemahnya profesi hukum
8. Kurangnya kebebasan berpendapat baik masyarakat maupun media massa
9. Gaji pegawai pemerintah yang kecil
10. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi kegiatan penyelenggaraan publik
11. Kurangnya control untuk mencegah penyuapan maupun penyelewengan.
3. Bentuk-bentuk penyalahgunaan
Korupsi mencakup penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang oleh pejabat publik, seperti penggelapan dan nipotisme serta penyalahgunaan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintah seperti; penyogokan, pemerasan, campur tangan dan penipuan.
1. Penyogokan: Pesogok dan penerima sogokan
Korupsi melibatkan dua pihak yang korup yaitu pemberi sogokan dan penerima sogokan
2. Pembiayaan kampanye.
3. Tuduhan korupsi sebagai sebagai alat politik.
Mengukur korupsi
Ada tiga tolak ukur untuk mengukur tingkat korupsi dibeberapa Negara menurut transparancy International corruption yaitu:
1. Indek persepsi korupsi berdasarkan pendapat para ahli tentang seberapa korup Negara yang dimaksud
2. Barometer korupsi global berdasarkan survey pandangan masyarakat terhadap persepsi dan pengalaman mereka dengan korupsi.
3. Survey pemberi sogok yang melihat seberapa rela perusahaan-perusahaan asing maupun domestik memberi sogokan
Menurut Transparency International Corruption, Negara-Negara yang tingkat korupsinya tinggi adalah: Azerbaijan, Bangladesh, Bolivia, Filipina, Indonesia, kamerun, Nigeria, Kenya Pakistan, Rusia, Tanzania, Uganda dan Ukraina.
Sedangkan Negara-negara yang tingkat korupsinya rendah adalah: Australia, Belanda, Denmark, Finlandia, Islandia, Kanada, Luxemburg, Selandia baru, Norwegia, Singapura, Swedia dan Swiss.
Dampak negatif korupsi
Korupsi tentu sangat berdampak negative terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara, beberapa dampak yang sangat nyata dirasakan oleh masyarakat dalam sebuah Negara yang tingkat korupsinya tinggi dalam bidang tertentu seperti:
1. Sistem demokrasi
Secara umum korupsi mengikis kemampuan institusi pemerintah, seperti mengabaikan prosedur, penyedotan sumber daya dan mengangkat pejabat bukan karena prestasi. Selain itu proses demokrasi Akan terhambat karena berbelitnya birokrasi.
2. Sistem ekonomi
Korupsi dapat mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan, korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat kekacauan dan ketidakefisienan yang tinggi.
4. Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia
Pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Indonesia dilakukan melalui upaya-upaya supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga pada keputusan hakim.
Upaya pemberantasan korupsi yang sesungguhnya baru dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sejak tahun 2002 ketika pemerintah membentuk sebuah badan anti korupsi yang sekarang dikenal dengan istilah KPK (komisi pemberantas korupsi). Tidak bisa dipungkiri pada masa lalu pernah dibentuk badan-badan anti korupsi, tetapi pembentukan itu lebih untuk menutupi kedok pemerintahan yang bobrok dan pejabat yang korup pada masa itu.
Pada tahun 1960 belum dikenal istilah korupsi, tetapi masih menggunakan istilah penyalahgunaan uang Negara oleh orang-orang nakal. Baru pada tahun 1971 korupsi dikenal dan dituangkan dalam UU NO 3 Tahun 1971 tentang pembentukan TPK.
Meski sudah ada perangkat hukum UU TIPIKOR dan Hukum Acara Pidana dan perangkat hukum (jaksa maupun hakim dengan segala kewenangnya) sejak tahun 1971 TIPIKOR bukanya menyusut tapi justru kiat merajalela.
Barulah setelah dibentuknya KPK Tahun 2002 TIPIKOR perlahan-lahan dapat dicegah dan pelakunya diadili sehingga Indonesia dimata internasional jauh lebih baik peringkat korupsinya di bandingkan dengan masa lalu.
5. Peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi
Upaya pemberantasan korupsi bukan hanya tugas dari KPK dan instansi hukum lainya, tapi peran serta masyrakat sangat dibutuhkan dalam upaya membantu mencegah, mengungkapkan dan memberantas TIPIKOR.
Peran serta masyarakat dapat diwujudkan dengan:
1. Mencari, memperoleh dan memberikan informasi tentang adanya dugaan terjadinya korupsi.
2. Hak untuk memperoleh dan memberikan pelayanan dalam mencari, memperoleh dan memberikan informasi adanya dugaan telah terjadi TIPIKOR kepada penegak hukum yang menangani kasus TIPIKOR.
3. Hak menyampaikan saran dan pendapat secara bertanggung jawab kepada penegak hukum yang menangani masalah Korupsi.
4. Hak untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan tentang laporan yang diberikan kepada penegak hukum dalam waktu paling lama 30 hari.
5. Hak untuk memperoleh perlindungan hukum dalam hal mencari, memperoleh dan memberikan informasi serta menyampaikan saran dan pendapatnya.



Diposkan oleh Akiyung SH.Spd



Kode Rahasia Dalam Kitab Suci

Banyak orang yang percaya bahwa dalam lima Kitab Perjanjian Lama bahasa Ibrani tersembunyi kode rahasia kitab suci. Tuhan dengan menggunakan kode rahasia mencatat dalam kitab suci tentang tokoh dan peristiwa besar di bumi yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
Ilmuwan besar yang terkenal yakni Sir Isaac Newton adalah salah satu yang mempercayai itu. Hal ini diketahui berdasarkan penemuan setumpuk kertas kerja yang ditinggalkan Isaac Newton ketika ia pensiun dari jabatannya sebagai kepala institut pada 1696.
Manuskrip yang hurufnya jutaan ini, sebagian besar adalah membahas tentang teologi yang bagusnya tak terlukiskan, dan Newton percaya bahwa di dalam kitab suci tersembunyi ramalan tentang sejarah manusia. Menjelang akhir hidupnya, Newton berusaha mencarinya namun belum berhasil.
Kurang lebih pada 1940-an, seorang rabi bernama H.H.D. Weissmande dari ibukota Provinsi Ceko menemukan, di awal kitab pertama Perjanjian Lama dengan judul “Kejadian”, jika membaca dengan cara meloncat setiap 50 huruf, maka akan terbaca kata “Torah” (Taurat). Pada kitab selanjutnya yang berjudul “Keluaran”, dengan cara membaca yang sama akan terbaca kata “Torah”, begitu juga dengan kitab-kitab berikutnya, “Imamat”, “Bilangan” dan “Ulangan”. Temuan H.H.D. Weissmande secara kuat telah menunjukkan sebuah jalan untuk meneliti kode rahasia dalam kitab suci. Terlebih lagi dengan munculnya komputer yang lebih memungkinkan untuk meneliti kode rahasia kitab suci lebih jauh.
Profesor Eliyahu Rips, ahli ilmu pasti dari Universitas Ibrani, Jerusalem, adalah salah satu ahli dari sekian banyak kelompok terkenal saat ini, dan Rips mengembangkan seperangkat bentuk hitungan ilmu pasti yang akurat, dijalankan dengan formula komputer, artinya bisa membuktikan bahwa Kitab Perjanjian Lama memang benar ditulis dengan sandi rahasia. Namun, terobosan terakhirnya tidak mencapai kemajuan, dan akhirnya tidak bisa secara ringkas dan jelas membuktikan eksistensi sandi rahasia kitab suci tersebut. Belakangan ia bertemu dengan seorang fisikawan Israel bernama Doron Witxztum. Ia telah merampungkan bentuk hitungan ilmu pasti akurat yang dikembangkan Rips pada formula komputer. Sehingga untuk membuktikan secara ringkas dan jelas eksistensi sandi rahasia kitab suci menjadi memungkinkan. Untuk menemukan sandi rahasia tersebut, Rips menghilangkan semua jarak spasi alfabet yang konkret, mengubah kitab suci berbahasa Ibrani menjadi sebuah untaian huruf yang berkesinambungan, panjang total aksaranya adalah 304.805 buah. Sesungguhnya adalah mengembalikan lima kitab Musa ke bentuk semula (asli) seperti yang dikatakan oleh orang mahabijaksana. Dan menurut legenda, bahwa kitab suci yang diterima Musa dari Tuhan adalah “setiap huruf saling menyambung, tidak ada satu pun yang terputus”.
Komputer mencari nama, huruf individual dan beberapa frase pada rangkaian huruf dengan cara meloncat. Dimulai dari sebuah abjad pertama dalam kitab suci, mencari setiap susunan loncatan yang memungkinkan –melalui loncatan ke-1, 2, dan 3 abjad, dan menurut susunan hingga meloncat ke ribuan abjad, dan mencoba melihat huruf apa yang bisa terbaca; kemudian, dimulai lagi dari abjad kedua dalam kitab suci, demikian seterusnya secara berurutan, hingga pada abjad yang terakhir dari kitab suci tersebut. Komputer berhasil menemukan nama, hari, dan nama tempat yang merupakan kunci utama selalu berkesinambungan secara rapat: Rabin, Amir, Tel Aviv, dan tahun Rabin terbunuh, semuanya berada dalam kitab suci di sebuah tempat yang sama.
Dengan dua macam cara komputer merekam gabungan antara huruf dengan huruf –bagaimana jarak antara kata dengan kata yang muncul secara bersamaan, apakah pencarian jarak loncatan huruf individual paling pendek. Rips menjadikan perang Teluk Persia sebagai contoh, menerangkan cara operasional komputer. “Kami ingin komputer mencari Saddam,” ujarnya. “Kemudian baru mencari huruf terkait, coba melihat apakah mereka bisa muncul secara bersamaan menurut cara yang tepat. Dan hasilnya kami mendapati, rudal Scud dengan rudal buatan Rusia, tanggal dimulai perang dan nama Saddam tertulis bersama.”Kata-kata ini masing-masing membentuk teka-teki huruf atau kata. Akibatnya, kata yang berangkaian saling silang-menyilang, dan memperlihatkan berita terkait. Misalnya, nama Bill Clinton dengan kata/huruf presiden silang-menyilang menjadi satu; mendarat di bulan dengan pesawat ulang-alik dan Apollo 11, Hitler dan Nazi, dan demikian juga dengan kata atau huruf Kennedy dan Dallas.
Melalui percobaan yang berulang-ulang, teka-teki huruf semacam ini hanya bisa ditemukan dalam kitab suci, dan tidak bisa ditemukan pada buku seperti “Perang dan Damai” maupun jenis lainnya, atau pada berbagai macam percobaan melalui program komputer buatan. Dan ini menyebabkan sejumlah besar orang percaya bahwa dalam kitab suci tersembunyi suatu sandi rahasia –banyak peristiwa sejarah manusia yang pernah terjadi selama 1.000-2.000 tahun dan peristiwa yang akan terjadi kelak.
Ramalan paling terkenal yang didapat dari sandi rahasia kitab suci adalah sebuah buku “Sandi Rahasia Kitab Suci” yang ditulis oleh Michael Drosnin, ia pernah bekerja sebagai wartawan Wall Street Daily dan Washington Post yang terkenal. Ia menulis, “Tanggal 1 September 1994, saya terbang menuju Israel, ke Jerusalem menemui penyair Chaim Guri yang merupakan sahabat karib Perdana Menteri Yitzak Rabin. Saya menyerahkan padanya sepucuk surat, yang segera ia serahkan pada Perdana Menteri Rabin.” “Ada ahli ilmu pasti Israel telah menemukan sandi rahasia yang tersembunyi dalam kitab suci, menyingkap seluk-beluk peristiwa besar selama ribuan tahun setelah kitab suci menjadi sebuah buku.” Demikian isi yang saya tulis dalam surat.
“Dan kenapa saya memberitahu hal ini pada Anda, adalah karena nama lengkap Anda Yitzak Rabin adalah satu-satunya yang muncul sekali dalam kitab suci, kemudian ada tulisan (pembunuh gelap yang ingin menjalankan aksinya) pada beberapa huruf yang saling-menyilang dengan namamu.” “Dan agar jangan sekali-sekali menganggap remeh hal ini, karena nama Anwar Sadat dan John serta Robert Kennedy dua bersaudara mengalami peristiwa pembunuhan ini juga tercatat dalam sandi rahasia kitab suci. Dilihat dari kasus individual Anwar Sadat, nama pembunuh, tanggal pelaksanaan pembunuhan dan cara menjalankan aksinya semuanya berurutan satu demi satu.” “Dugaan saya Anda akan mengalami bencana besar, namun bahaya ini bisa dihindari.” Tanggal 4 November 1995, ada seorang laki-laki yang menyatakan dirinya mewakili Tuhan menuntut keadilan, dan terbukti bahwa pembunuh yang tercatat 3.000 tahun lalu dalam buku rahasia pada kitab suci memang benar adalah orang tersebut.
Rabin terbunuh, secara dramatis telah terbukti kebenaran yang akan terjadi kelak yang tersembunyi di antara huruf pada Kitab Perjanjian Lama dalam sandi rahasia kitab suci. “Peristiwa besar yang terjadi pada masa kini yang ditemukan dalam sandi rahasia kitab suci, bukan hanya tentang peristiwa terbunuhnya Rabin. Selain peristiwa terbunuhnya Anwar Sadat dan John F. Kennedy, masih ada ratusan peristiwa yang menggemparkan, semuanya juga tersimpan rapat dalam sandi rahasia kitab suci, dan masih banyak sekali sejak peristiwa Perang Dunia II hingga skandal Watergate, pembunuhan massal Nazi, bom atom di Hiroshima, pendaratan di bulan sampai komet menabrak Jupiter. Dan selain itu, peristiwa yang terlebih dahulu diketahui juga bukan hanya peristiwa pembunuhan ini saja. Komet menabrak Jupiter dan perang Teluk Persia, semuanya merupakan peristiwa yang sebelum terjadi telah ditentukan tanggal atau hari kejadian yang tepat dalam kitab suci.”
Drosnin dalam bukunya menulis: “Badan dinas tertinggi pemerintah Amerika Serikat, ‘dinas keamanan nasional’ ditempatkan di stasiun pemantau rahasia dekat pemerintahan Washington dan ada seorang senior ahli pengurai kode, dan menurut keterangan, setelah Israel mengetahui hal yang mengejutkan ini, lantas memutuskan menyelidiki keadaan yang sebenarnya. Harold Gans yang seumur hidupnya bekerja untuk CIA Amerika Serikat membuat dan memecahkan kode rahasia, semula adalah seorang ahli statistik, juga bisa berbahasa Ibrani. Ia yakin, bahwa yang dinamakan dengan kode rahasia kitab suci sama sekali tidak ada, lalu dirinya merancang seperangkat program komputer, mencoba untuk melihat apakah bisa menemukan informasi yang sama seperti yang ditemukan Israel. Dan ia terperanjat bukan main. Ternyata ada.”
Nama orang mahabijaksana memang benar ditulis bersama dengan hari lahir dan meninggalnya mereka. Dan Gans tetap saja masih tidak percaya. Ia memutuskan mencari lagi di dalam kitab suci apakah masih ada informasi yang sama sekali baru, untuk menyingkap ketidaksempurnaan atas percobaan Rips, bahkan lebih lanjut berupaya membongkar bahwa itu sebuah dusta belaka. “Menurut saya, jika ini memang benar,” ujar Gans. “Maka, tempat hari lahir dan meninggalnya orang-orang mahabijaksana ini semestinya ditulis secara rahasia di dalamnya.” Dalam percobaannya selama 440 jam itu, Gans tidak saja memeriksa terhadap 32 nama orang mahabijaksana yang dipilih dan dipakai dalam percobaan terakhir Rips, namun ditambah lagi dengan 34 nama dalam percobaan sebelumnya, dan secara total berjumlah 66 orang, satu per satu dicocokkan dengan kota dan nama tempat, dan hasilnya membuatnya mau tidak mau harus percaya.
Dan yang pantas dikemukakan adalah bahwa Rips merupakan seorang penganut agama yang taat, dan Drosnin sendiri juga mengakui bahwa ia bukanlah seorang rabi atau pendeta, terhadap agama sedikit pun tidak fanatik. Duet di antara mereka semakin memberi warna pada kebenaran kode rahasia kitab suci yang dicari orang-orang. Berbekal bidang pekerjaan Drosnin, tingkat pengetahuannya terhadap sandi rahasia kitab suci meningkat tajam. Dan oleh karena keteguhan keyakinannya terhadap sandi rahasia kitab suci –bisa menduga masa yang akan datang.
Di sebuah pernyataannya Rips menegaskan: “Saya pribadi tidak mendukung pandangan Drosnin terhadap penguraian rahasia, juga tidak setuju atas kesimpulan yang dibuatnya, setiap informasi yang diserap dari Torah (kitab ke-5 Musa) atau menjadikannya sebagai atas dasar ramalan, adalah tidak berguna dan tidak bernilai. Dan ini, bukan hanya pendapat saya pribadi, juga merupakan pendapat setiap ilmuwan yang bekerja sebagai peneliti pemecahan kode rahasia).” Ketika Drosnin memakai komputer mencari “perang dunia”, ia mendapati “bencana senjata nuklir”, angka “2000″ dan “2006″ ditulis secara bersama. Lalu ia memastikan bahwa perang dunia akan meletus pada tahun 2006. Ia juga mengatakan, bahwa di tempat munculnya tulisan “perang dunia”, “kiamat” dan “2006″, kata-kata “ditunda” atau “saya akan menunda perang” juga terbaca di sana secara bersamaan. Dan perang dunia juga saling bertautan dengan terorisme. Negara yang terseret ke dalamnya adalah Rusia, China, Amerika dan Suriah. Sejak temuan itu, hingga saat ini ia telah menerbitkan buku kedua Kode Rahasia Kitab Suci, subjudulnya adalah “Hitungan Mundur”. Menekankan tahun 2006 tentang “Perang Dunia III” adalah “perang nuklir” yang waktunya hanya tinggal beberapa tahun saja. Bahkan Drosnin secara pribadi menelepon dan mengirimkan sebuah buku untuk kepala ajudan Presiden Bill Clinton di Gedung Putih. Tahun 2000, ketika Presiden Bill Clinton mengadakan pertemuan dengan Arafat dan Mubarak di Ruang Oval untuk menengahi masalah Israel dan Palestina, di tangannya terdapat buku Kode Rahasia Kitab Suci yang diberikan oleh Drosnin.
Setelah Presiden George Walker Bush terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, Drosnin mengirimkan buku Kode Rahasia Kitab Suci kepada kepala ajudan Gedung Putih yakni Andrew Carter, menurut rekomendasi dari penulis buku “Hitungan Mundur” tersebut, dua pejabat tertinggi di sisi Presiden Bush yakni Carter dan Rice telah membaca buku itu. Drosnin percaya, bahwa semua itu dapat diubah selama kita menaruh perhatian pada peristiwa yang akan terjadi di masa akan datang yang diprediksikan dalam kode rahasia kitab suci tersebut.
Dalam sebuah subjudul “Muka Sang Kiamat”, Drosnin menulis: “Setelah perang dunia, adalah gempa dahsyat. Dan tempat yang paling memungkinkan adalah China (tahun 2000-2006), California (2010), dan Jepang (tahun 2000 dan 2006). Dan sebelumnya gempa bumi di tanah suci pada tahun 1995, telah menjadi kenyataan di dalam kode rahasia. Selain Israel, Jepang merupakan satu-satunya negara yang bergabung jadi satu dengan perang akhir zaman. Bahkan tahun 2006 akan ada benda angkasa menerjang bumi.
Dilihat dari setiap pemandangan yang ditunjukkan langit, serangan dahsyat pamungkas adalah gempa bumi dalam skala raksasa. Dalam sebuah “kitab wahyu” terakhir pada Kitab Perjanjian Baru, dan ini adalah bencana ke-7 yang dikeluarkan oleh malaikat ke-7: “Ada lagi gempa dahsyat, dan sejak ada manusia di atas bumi, tidak ada sedemikian dahsyat, gempa yang demikian dahsyatnya setiap laut dan pulau tidak akan dapat menghindarinya, dan hamparan gunung juga sudah lenyap.” Keadaan yang demikian, tidak bisa tidak membuat Presiden Bush yang taat beragama harus percaya, mau percaya adakah kenyataan, tidak percaya apakah tak ada realitasnya. Dilihat dari bentrokan antara Israel dengan Palestina di Timur Tengah, sengketa antara India dengan Pakistan hingga krisis nuklir Korea Utara, peristiwa 9 November (WTC), dan perang antiterorisme Amerika di Afghanistan, serta serangan militer Amerika terhadap Irak, semuanya berkemungkinan mengelilingi kode rahasia kitab suci dan kitab wahyu dan lain-lain rencana yang diatur Tuhan pada ribuan tahun yang silam.
Kesimpulan terakhir Drosnin, “Kode rahasia kitab suci mungkin adalah bukan yang ‘tepat’, tetapi juga bukan yang ‘keliru’. Kode rahasia yang hendak diberitahu pada kita, mungkin adalah ‘hal apa yang mungkin terjadi’, bukan ‘hal apa yang bisa terjadi’. Akan tetapi, karena kita tidak bisa membiarkan dunia kita hancur, maka kita tidak boleh tidak berbuat apa pun, hanya menanti saja di sana –kita harus menghipotesa, bahwa peringatan di dalam kode rahasia kitab suci adalah benar.” Dan inilah makanya selama beberapa tahun ini, berputar-putar seputar Gedung Putih dan Ramallah, Jerusalem dan Tel Aviv, Bill Clinton dan George W. Bush, dan antara Ariel Sharon dan Yasser Arafat, mengingatkan pada mereka menurut peringatan yang ada dalam kode rahasia kitab suci bahwa kita semua sedang berada pada akhir zaman yakni “end of the days”.
http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=855




TIP-TIP UNTUK MENCAPAI UMUR PANJANG

1. Mengatur pola makan
Mengatur pola makan yang benaar makan yang benar merupakan salah Satu factor penting yang menentukan umur panjang selain gen yang baik.
Untuk diet yang sehat dianjurkan memakan makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan karbohidrat yang tidak melalui proses, mmisalnya: beras serta protein yang berasal dari ikan dan kacang-kacangan.
2. Olahraga
Berolahraga secara teratur tidak hanya membantu kelenturan dan keseimbangan tubuh, tetapi juga menjaga kejernihan pikiran serta kesehatan sistem kordiovaskular.Olahraga yang dianjurkan yaitu jalan kaki dan yoga.
3. Tidur yang teratur
Pada saat manusia tidur, tubuh memiliki kesempatan untuk memperbaiki sel yang rusak.Menurut survey yang dilakukan, Manusia yang tidur rata-rata tujuh jam perharinya memiliki angka persentae kematian yang relative rendah, namun terlalu banyak tidur juga berbahaya.Orang yang memiliki kebiasaan tidur lebih dari Sembilan jam perharinya seringkali mengalami defresi, lamban dan malas sehingga berpotensi mengurangi USIA hidup.

4. Sex
Menurut penelitian yang dipublikasi oleh British medical journal yang melakukan pengamatan terhadap pria sebanyak 918 orang yang berusia kisaran 45-59th yang dilakukan selama 20th, mendapati mereka yang berejakulasi kurang dari satu kali dalam sebulan memiliki presentase 2 kali lebih cepat meninggal dalam periode penelitian dari pada pria yang berhubungan seksual setidaknya dua kali dalam seminggu, penelitian ini dilakukan pada than 1997.

5. Mengelola stress
Di Negara jepang angka kematian tiap tahunnya mengalami peningkatan yang dikarenakan sindrom stress baik karena kesulitan hidup, kehilangan orang yang dicintai bahkan karena kehilangan pekerjaan.
Memiliki sikap mental yang positif dan pasrah bisa menghindari manusia berbuat nekad atau bunuh diri dsb, oleh karena itu menjaga kesehatan psikologis Sama pentingnya dengan memelihara kesehatan fisik untuk menjamin kesejahtraan dimasa tua.

6. Perkawinan
Menurut laporan RAND center study of again (1996) menyatakan:Pria menikah hidup lebih lama dari pada pria lajang. Diduga hal itu disebabkan kerana gizi yang lebih baik, perawatan kesehatan yang lebih baik pada saat sakit, serta kehidupan keluarga yang mampu mengurangi stress.

7. Membesarkan anak
Pasangan paruh baya sering merasa ragu untuk memiliki anak, karena khawatir meningkatnya resiko mendapatkan bayi dengan cacat bawaan. Namun penelitian terbaru yang dimuat di Nature menunjkkan perempuan yang mulai melahirkan diusia 30-40th cenderung berumur panjang.

Lalu bagaimana dengan anda, sudahkah menjalani hidup sehat? Jika belum tip-tip di atas mungkin bisa membantu anda dalam memperoleh hidup sehat baik jasmani maupun rohani.Selamat mencoba.
Comment dunk...................?



Penduduk usia terpanjang didunia

Tahukah anda bahwa negara-negara asia merupakan kawasan yang paling banyak menyumbangkan penduduk dengan usia terpanjang didunia.Rata-rata usia para penyumbang umur terpanjang itu mencapai 90-100th.Di usia yang sudah renta tersebut ada di antara mereka yang masih mampu mencangkul dan memikul beban berat.
Negara-negara yang ikut andil dalam menyumbangkan manusia dengan usia yang panjang yaitu:
1. China
Di propinsi Guangxi tepatnya di wilayah 'bama' yang memiliki jumlah penduduk sekitar 238.000 jiwa menyumbangkan kurang lebih 74 orang yang berusia lenih dari 100th dan 237 orang lainya berusia lebih dari 90th.
2. Jepang
Di Okinawa rata-rata usia lanjut berkisar di kisaran angka 81-90th
3. Pakistan
Tepatnya di kawasan huza di lingkar pegunungan himalaya,beberapa orang penduduk ada yang mencapai usia 100th.
4. Korea selatan
Tepatnya di kota Sunchangdi wilayah pegunungan barat daya korea selatan ,usia tertinggi rata-rata mencapai 100th dan masih mampu bekerja disawah maupu ladang.
Dibandingkan dengan negara adidaya amerika serikat negara- negara diatas memiliki persentase kehidupan yang lebih panjang,bandingkan dengan amerika yang hanya mempunyai harapan hidup sekirat 77,5th untuk wanita dan 74,5th untuk pria,masih kalah dari negeri antah berantah yang kaya raya tapi korup yaitu indonesia tercinta yang usia tertinggi bisa mencapai 98th(Kakek saya misalnya)mangkat di usia 98th.Omong-omong kenaapa keempat negara di atas+Indonesia tidak masuk Guinees Book ya?

Oleh Akiyung.
Commen dunk.............?




Tradisi Ngayau Suku Dayak

Ngayau, merupakan tradisi kaum Dayak Iban pada suatu masa dahulu. Kini tradisi memburu kepala atau "ngayau" tidak lagi diamalkan dan telah diharamkan oleh terutamanya pada zaman penjajahan lagi. Ramai pihak berpendapat atau berfahaman bahawa, "lelaki iban yang berjaya memperolehi kepala dalam ekspedisi ngayau akan menjadi rebutan atau kegilaan ramai wanita" ini kerana ia melambangkan keberanian dan satu jaminan dan kepercayaan bahawa lelaki tersebut mampu menjaga keselamatan wanita yang dikahwininya.
Sebenarnya kenyataan itu tidak 100% tepat, malah masih boleh dipersoalkan. Ia dikatakan sedemikian kerana menurut cerita lisan masyarakat Iban di Rumah-Rumah panjang, selain orang Bujang ada juga individu yang telah berkeluarga menyertai ekspedisi memburu kepala.

Oleh itu, paling tepat kalau kita katakan bahawa, aktiviti "Ngayau" dijalankan adalah untuk mendapat penghormatan pada mata masyarakat. Dalam erti kata lain, "ngayau" juga berperanan untuk menaikan taraf sosial seseorang. Orang yang pernah memperolehi kepala dalam aktiviti "ngayau" yang disertainya akan digelar sebagai "Bujang Berani", serta dikaitkan dengan hal-hal sakti.

Ternyata bahawa masyarakat Iban Tradisional tidak memandang "Ngayau" sebagai perkara (http://ms.wikipedia.org/wiki/Ngayau)
Ngayau merupakan tradisi Suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan, baik Dayak yang tinggal di Kalimantan Barat maupun Kalimantan lainnya. Iban Adalah salah satu suku Dayak yang memiliki adat Ngayau. Pada tradisi Ngayau yang sesungguhnya, Ngayau tidak lepas dari korban kepala manusia dari pihak musuh.

Makna dari Ngayau mempunyai arti turun berperang dalam rangka mempertahankan status kekuasaan misalnya mempertahankan atau memperluas daerah kekuasaan yang dibuktikan banyaknya kepala musuh. Semakin banyak kepala musuh yang diperoleh semakin kuat/perkaya orang yang bersangkutan.

Adat Ngayau pertama kali urang Libau Lendau Dibiau Takang Isang (kayangan) yang saat itu sebagai tuai rumah (kepala kampung) yang bernama Keling. Berkat keberaniannya dan kegagahannya dia diberi gelar keling Gerasi Nading, Bujang Berani kempang (keling merupakan orang yang gagah berani). Gelar tersebut diberikan oleh seseorang tetua Iban yang bernama Merdan Tuai Iban yang saat itu tinggal di Tatai Bandam (masuk dalam wilayah Lubuk Antu Sarawak Malaysia).

Seiring dengan kemajuan jaman, Upacara adat Ngayau yang sering dilakukan mempunyai makna mengisyaratkan atau memberitahukan generasi muda tentang peristiwa Ngayau pada jaman dulu.

(sumber: http://tempat-aku.blogspot.com)



Sumpit,senjata Khas suku Dayak

ENAM laki-laki memegang sumpit bersiap-siap menembak sasaran di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Pangkal sumpit sudah ditaruh di mulut dan pipi ke enam laki-laki itu sudah mengembung pertanda anak sumpit sudah siap ditembakkan.

MONCONG sumpit ditujukan ke arah sasaran yang berjarak sekitar 15 meter. Sekejap kemudian anak sumpit melesat cepat. Hanya sepersekian detik, anak sumpit itu sudah menancap di sasaran.
Penonton bertepuk tangan meriah saat anak sumpit sepanjang kurang lebih 15 sentimeter yang dilepaskan para penyumpit itu tepat mengenai sasaran. Sasaran yang dituju para penyumpit itu bukan binatang buruan ataupun tubuh musuh, melainkan berupa papan kertas yang diberi lingkaran, mirip sasaran dalam lomba panahan atau menembak.

Suasana lomba menyumpit di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang diselenggarakan di lapangan yang biasa digunakan untuk olahraga panahan di tepi Sungai Mahakam siang itu cukup meriah. Puluhan peserta, baik dari suku Dayak maupun dari etnis lain, bahkan anggota TNI, berlomba memamerkan keahliannya untuk "menembak" sasaran dengan menggunakan sumpit, atau sumpitan, senjata khas Suku Dayak.

Ketua Persatuan Olahraga Sumpitan (Peroras) Yahuda Hibau menjelaskan, lomba sumpitan ini untuk sedikit mengalihkan hobi berburu di hutan dengan menggunakan sumpit. Sumpit secara tradisional kegunaannya untuk berburu terutama binatang yang ada di atas pohon, selain untuk berperang.

"Sekarang ini burung sudah langka, banyak binatang buruan sudah terancam punah. Daripada berburu binatang yang dilindungi, lebih baik berlomba mengenai sasaran," ujar Hibau.

SUKU Dayak mengenal berbagai macam senjata yang biasa digunakan untuk berburu dan berperang pada zaman dahulu, atau untuk kegunaan sehari-hari semisal di ladang. Misalnya sumpitan (sipet), mandau, lonjo (tombak), perisai (telawang), dan taji.

Ketua Dewan Adat Dayak Kaltim Barnabas Sebilang mengungkapkan, senjata sumpitan merupakan senjata kebanggaan dan menjadi senjata utama bagi masyarakat Dayak.

"Sebenarnya senjata utama suku Dayak itu bukan mandau," ujar Barnabas. "Kalau mandau hanya untuk memenggal kepala orang yang sudah mati, yang terjadi zaman dulu. Racun pada sumpitan ini sampai sekarang tidak ada penawarnya, entah kalau obat-obatan modern."

Senjata sumpit ini berupa buluh dari batang kayu bulat sepanjang 1,9 meter hingga 2,1 meter. Sumpit harus terbuat dari kayu keras seperti kayu ulin, tampang, lanan, berangbungkan, rasak, atau kayu plepek.

Diameter sumpit dua hingga tiga sentimeter yang berlubang di bagian tengahnya, dengan diameter lubang sekitar satu sentimeter. Lubang ini untuk memasukkan anak sumpit atau damek.

"Secara tradisional, kalau ingin tepat sasaran dan kuat bernapas, panjang sumpit harus sesuai dengan tinggi badan orang yang menggunakannya," tutur Ferain Mora, Kepala Adat Dayak Maanyan, Kalteng.

Pembuatan sumpit dikerjakan dengan sangat cermat dan teliti oleh warga Dayak. Hampir semua subetnis Dayak menggunakan sumpit, namun yang sangat terkenal lihai membuat sumpit, antara lain subetnis Dayak Ot Danom, Apu Kayan, Punan, Pasir, Ot, Siang dan Dayak Bahau. Hal ini berkaitan dengan jenis-jenis kayu terbaik untuk sumpit yang ada di sekitar permukiman mereka.

Cara pembuatan sumpit, kayu keras semisal ulin yang masih berbentuk balok berukuran 10 x 10 sentimeter dengan panjang yang telah ditentukan digantung secara vertikal di suatu tempat. Kemudian bagian bawah balok itu dibor ke arah atas.

"Tujuannya agar sisa pengeboran itu langsung jatuh ke tanah. Jadi, tidak perlu repot membersihkan lubang pemboran, dan biasanya dengan cara ini hasil pengeboran lebih lurus," papar Hibau.

Setelah selesai dibor, balok yang sudah berlubang itu diraut (dibubut) sehingga berbentuk bulat seperti pipa. Setelah itu baru ditempeli asesoris.

Bagian pangkal sumpit biasanya lebih besar dibanding dengan moncong sumpit. Di bagian ujung moncong dipasangi mata tombak terbuat dari besi atau batu gunung yang disebut sangkoh. Kegunaan sangkoh ini untuk cadangan senjata saat binatang buruan yang sudah terluka dan belum mati ternyata berbalik menyerang penyumpit yang belum sempat mengisi kembali anak sumpit.

Sangkoh diikatkan dengan erat di ujung sumpit dengan menggunakan tali rotan. Selain sangkoh yang panjangnya sekitar 15 sentimeter, di ujung sumpit terdapat besi berukuran sekitar dua sentimeter yang digunakan sebagai alat bantu pembidik. Kedua alat ini ditempatkan saling berseberangan di ujung moncong sumpit.

Bagian yang paling penting dari sumpitan, selain batang sumpit, yaitu pelurunya atau anak sumpitnya. Anak sumpit, disebut juga damek. Ujung anak sumpit runcing, sedang bagian pangkal belakang ada semacam gabus dari sejenis dahan pohon agar anak sumpit melayang saat menuju sasaran.

Untuk keperluan lomba, damek tidak diberi racun seperti anak sumpit untuk berburu. Anak sumpit untuk berperang atau berburu biasanya diberikan keratan sepanjang sekitar tiga sentimeter di ujung anak sumpit dengan maksud ujung tersebut patah dan tertinggal dalam tubuh buruan hingga racun lebih cepat bekerja.

Untuk menaruh anak sumpit tersedia wadah khusus yang disebut telep. Terbuat dari satu ruas bambu yang diukir dan diikat rotan serta diberi tutup, sebuah telep bisa menyimpan sekitar 50-100 anak sumpit.

Racun damek oleh subetnis Dayak Lundayeh disebut parir. Racun yang sangat mematikan ini merupakan campuran dari berbagi getah pohon, ramuan tumbuhan serta bisa binatang seperti ular dan kalajengking.

Getah pohon yang digunakan untuk racun di antaranya getah kayu ipuh, kayu siren, atau upas, dicampur dengan getah kayu uwi ara, atau getah toba. Bisa binatang, seperti ular, akan menguatkan efek racun ini.

Menurut Barnabas, hingga sekarang ini belum ada penawar untuk racun anak sumpit yang sudah masuk ke pembuluh darah. "Di lingkungan masyarakat Dayak memang belum dikenal adanya penawar racun sumpit," tuturnya.

Anehnya, lanjut Barnabas, meskipun sangat beracun, daging binatang buruan aman untuk dimakan. "Berburu kan dagingnya untuk dimakan. Akan tetapi, meskipun racun sumpit sangat kuat, kita aman saja makan daging binatang buruan tersebut, bahkan kalau kita menjilat racun itu sebenarnya tidak apa-apa," ujar Barnabas.

Meski demikian, kalau racun damek itu langsung masuk ke darah, manusia atau semua binatang akan segera mati. "Kecuali ayam. Kami juga tidak tahu kenapa ayam tidak mati oleh racun tersebut," ujarnya.

Parir, demikian Barnabas, jika akan digunakan untuk berburu atau berperang, harus dijauhkan dari unsur bau-bauan "kota", misalnya bau minyak wangi atau parfum, sabun, sampo, dan sejenisnya. Juga termasuk bau bawang.

Pasalnya, begitu kena bau-bauan tersebut, keampuhan racun anak sumpit ini akan berkurang, atau bahkan hilang. Warga Dayak Lundayeh menyebut racun yang sudah hilang kekuatannya akibat bau-bauan "kota" itu mekab.

SELAIN beracun, kelebihan yang dimiliki senjata ini, dibandingkan dengan senjata khas Dayak lainnya, yakni kemampuan mengenai sasaran dalam jarak yang relatif jauh.

Jarak efektif bisa mencapai puluhan meter, tergantung kemampuan si penyumpit. Selain itu, senjata ini juga tidak menimbulkan bunyi. Unsur senyap ini sangat penting saat mengincar musuh maupun binatang buruan yang sedang lengah.

Ada teknik-teknik tertentu dan diperlukan latihan agar seseorang bisa mahir dan pintar berburu menggunakan sumpit. Cara mengambil napas dan posisi badan juga harus diperhatikan.

Menurut Yahuda Hibau, ada sejumlah posisi menyumpit, namun yang lazim dengan berdiri atau dengan jongkok. Cara mengatur pernapasan juga harus diperhatikan agar sasaran bisa terkena dengan tepat.

Cara memegang sumpit yang benar, kedua telapak tangan harus menghadap ke atas. Dua telapak tangan itu sebaiknya berdekatan atau bersentuhan.

Selain kegunaan berburu dan berperang, kegunaan lain sumpit adalah untuk upacara adat atau sebagai mas kawin dalam pernikahan adat Dayak. "Saat bertunangan, senjata sumpit ini juga bisa digunakan sebagai mas kawin," ujar Barnabas.



Mandau.Senjata Khas Dayak

Mandau, senjata tajam sejenis parang, merupakan salah satu kekayaan budaya Dayak di Kalimantan. Kedudukannya hampir serupa dengan keris bagi masyarakat Jawa atau rencong bagi warga Nanggroe Aceh Darussalam. Saat ini mandau juga disukai banyak warga dari luar Kalimantan.

Akhir April lalu (26/4) suara dentang logam terdengar bertalu-talu di sebuah bilik kecil di kawasan Geo Bos XIII, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Abdul Manaf (50) menekuri ritual hariannya membuat beragam jenis parang, termasuk mandau.

Masyarakat sering kali rancu dalam membedakan mandau dengan parang (warga setempat terkadang menyebutnya sebagai ambang). Sepintas, kedua peranti tajam tersebut tampak mirip.
Bedanya, parang atau ambang terbuat dari besi biasa dan tidak dilengkapi hiasan berupa ukiran. Bentuknya relatif sederhana tanpa pernak-pernik, mengingat kegunaannya melulu sebagai alat potong dan tebas ketika yang bersangkutan masuk-keluar hutan.

"Kalau mandau, ada bentuk ukir-ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering kali juga ada tambahan lubang-lubang di bilahnya, yang ditutup dengan tembaga atau kuningan sehingga makin indah dipandang," ungkap Manaf.

Lebih banyak ambang

Meski kemampuan membuat mandau merupakan keterampilan yang diwarisi dari kakek-neneknya, saat ini Manaf lebih banyak mendapat pesanan membuatkan parang atau ambang. Setiap hari selalu saja ada pesanan masuk, rata-rata empat hingga lima bilah.

Bahan baku pembuatan mandau atau ambang antara lain besi per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan besi batangan lainnya. Peranti kerja yang digunakan terutama adalah palu, betel, dan sebatang besi runcing guna melubangi mandau untuk hiasan.

Manaf menggunakan pengembus udara bertenaga listrik untuk membarakan nyala kayu ulin yang dipakainya untuk memanasi besi. Kayu ulin dipilih karena mampu menghasilkan panas lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Dia memanfaatkan limbah kayu ulin dari sebuah usaha pembuatan kusen di Palangkaraya.

Apabila pemesan membawa besi milik sendiri, harga satu parang sekitar Rp 25.000 sebagai upah pengerjaannya. Namun, apabila menggunakan besi stok yang dimiliki Manaf, harga parang yang berwujud mandau berukuran 50-an sentimeter sekitar Rp 40.000 per bilah. Harga sebilah mandau asli saat ini di Palangkaraya mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Di Jalan Darmosugondho, Palangkaraya, ada sederetan toko barang antik dan khas Dayak. Beberapa di antaranya juga melayani jual beli mandau asli, yang kebanyakan didapat dari daerah pedalaman Kalteng.

Udin, pegawai sebuah toko barang antik di Palangkaraya, menuturkan, harga mandau untuk cendera mata Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per bilah. Apabila jenis besi yang digunakan lebih bagus, harga mandau seperti itu bisa menembus Rp 300.000 per bilah. Mandau yang berupa cendera mata biasanya bergagang kayu.

Mengenai mandau yang asli, menurut Udin, harga yang termurah saat ini sekitar Rp 1 juta. "Ada juga mandau yang selain berusia tua, besinya kuat, dan hiasannya pun menarik. Harganya? Bisa mencapai Rp 20 juta per buah," katanya.

Gagang mandau asli kebanyakan terbuat dari tanduk rusa dan berukir, dengan motif yang elok. Ditambah dengan bulu binatang atau rambut manusia yang dilekatkan di pangkal gagang, makin gagahlah tampilan senjata khas Dayak itu.

Mandau dilengkapi dengan kumpang (sarung yang terbuat dari kayu, dan lazimnya juga dihias dengan ukiran). Di kumpang itu terikat pula semacam kantong yang terbuat dari kulit kayu berisi pisau penyerut dan kayu gading yang diyakini dapat menolak binatang buas.

Ketika masuk-keluar hutan, mandau yang tersarungkan dalam kumpang biasanya diikatkan di pinggang dengan jalinan rotan.

Besi matikei

Berdasarkan literatur di Museum Balanga, Palangkaraya, terdapat sejenis bahan baku pembuat mandau, yaitu besi (sanaman) matikei, yang didapat di hulu Sungai Matikei, Desa Tumbang Atei, Kecamatan Sanaman Matikei, Samba, Kotawaringin Timur. Besi ini bersifat lentur sehingga mudah dibengkokkan.

Valarien, warga Palangkaraya, menuturkan, hampir di semua kabupaten/kota di Kalteng dapat ditemui orang yang memiliki keahlian membuat parang ataupun mandau. "Namun, hanya sedikit yang mampu membuat mandau sebagai senjata atau pusaka, atau setingkat empu keris di Jawa," katanya.



Puing Kapal voetboog milik VOC Dihargai Rp 9,5 Triliun

Tim Arkeolog Hungaria Temukan di Laut Brazil

BUDAPEST – Tim peneliti arkeologi laut dari Hungaria menemukan puing-puing kapal kargo milik Belanda yang tenggelam di dekat pantai Brazil lebih dari tiga abad lalu. Kapal bernama Voetboog itu berlayar dari Batavia (nama Jakarta di masa lalu) menuju Belanda sebelum akhirnya tenggelam di Samudera Atlantik. Kepada kantor berita Hungaria MTI, pemimpin tim ekspedisi Attila K. Szaloky menuturkan Jumat lalu (27/11) bahwa Voetboog adalah kapal layar dengan tiga tiang layar utama. Kapal milik VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie atau perusahaan dagang Belanda yang didirikan pada 20 Maret 1602 dan memonopoli aktivitas perdagangan di Asia.
Saat meninggalkan Batavia, kapal itu membawa 109 ABK (anak buah kapal). Kapal jenis fluyt (kapal layar Belanda yang khusus dirancang untuk kargo) itu mengangkut sutra, rempah-rempah, teh, porselen Jepang dan Tiongkok maupun sekitar 180 ribu keping koin emas Belanda ketika berlayar. ’’Nilai puing-puing kapal itu dihargai sekitar USD 1 miliar (sekitar Rp 9,5 triliun),’’ kata Szaloky.Voetboog diperkirakan terjebak dalam badai saat melintasi Samudera Atlantik. Satu-satunya peluang untuk pulang (ke Belanda) dengan selamat adalah berlayar dengan menyusuri dekat pantai Brazil. Tapi, karena faktor penyebabnya yang belum diketahui, kapal tersebut tenggelam dekat Pantai Pernambuco, negara bagian di timur laut Brazil, pada 29 Mei 1700.

Tim Octopus Association for Marine Archaeology sebetulnya menemukan puing-puing kapal itu pada Oktober 2008. Tapi, penemuan tersebut diumumkan hanya setelah fase pertama penelitian itu tuntas. Tak dijelaskan apakah sejumlah harta karun yang dibawa kapal tersebut juga ditemukan di antara puing-puing.Hanya dikatakan bahwa arkeolog Hungaria menemukan puing Voetboog di dasar laut tertutup endapan lumpur dan pasir setebal beberapa meter. ’’Jadi, lebih dari 309 tahun, kapal itu hilang tanpa bekas,’’ tutur Szaloky.Puing-puing Voetboog akan dinaikkan ke darat. Selanjutnya, kapal itu dirawat dan dikonservasi sesuai ketentuan undang-undang Brazil.

Berdasar informasi dari Brasilmergulho.com, saat meninggalkan Batavia pada 21 Januari 1700, kapal Voetboog dipimpin Kapten Adriaan de Ruiter. Selain membawa porselen untuk pembeli di Eropa, kapal itu mengangkut 233.251 keping florin (uang gulden Belanda yang dipakai di negara-negara Antilles di Laut Karibia). Setelah empat bulan berlayar, kapal itu tenggelam sesudah menghantam karang di perairan Pernambuco, Brazil, akibat cuaca buruk.Voetboog merupakan satu di antara sekian banyak kapal andalan VOC. Selama 1602–1795, kapal-kapal VOC melayari laut yang menghubungkan Eropa dan Asia Timur. Saat itu VOC merupakan perusahaan dagang yang paling terorganisasi di wilayah tersebut.Dengan memiliki 100 kapal dagang bersenjata dan sejumlah kapal lebih kecil, VOC memegang supremasi pelayaran dagang dengan Timur.Kapal jenis fluyt milik VOC mampu mengangkut kargo lebih banyak dan melaju lebih cepat. Tetapi, awal kapal itu lebih sedikit bila dibandingkan dengan kapal lain. Kapal fluyt ini, termasuk Voetboog, dipersenjatai beberapa meriam di bagian dek atas. (MTI/dwi
Tinggalkan komentar anda...........?



TARI AJAT TEMUAI DATAI

Diposkan Oleh :Akiyung

Latar Belakang
“Ajat Temuai Datai” diangkat dari bahasa Dayak Mualang (Ibanic Group), yang tidak dapat diartikan secara lansung, karna terdapat kejanggalan jika di diartikan kata per kata. Tetapi maksudnya adalah Tari menyambut tamu, bertujuan untuk penyambutan tamu yang datang atau tamu agung (diagungkan). Awal lahirnya kesenian ini yakni dari masa pengayauan / masa lampau, diantara kelompok-kelompok suku Dayak.
Mengayau, berasal dari kata me – ngayau, yang berarti musuh (bahasa Dayak Iban). Tetapi jika mengayau mengandung pengertian khusus yakni suatu tindakan yang mencari kelompok lainnya (musuh) dengan cara menyerang dan memenggal kepala lawannya. Pada masyarakat Dayak Mualang dimasa lampau para pahlawan yang pulang dari pengayauan dan menang dan membawa bukti perang berupa kepala manusia, merupakan tamu yang agung serta dianggap sebagai seorang yang mampu menjadi pahlawan bagi kelompoknya. Oleh sebab itu diadakanlah upacara “Ajat Temuai Datai”. Masyarakat Dayak percaya bahwa pada kepala seseorang menyimpan suatu semangat ataupun kekuatan jiwa yang dapat melindungi si empunya dan sukunya. Menurut J, U. Lontaan (Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat 1974), ada empat tujuan dalam mengayau yakni: untuk melindungi pertanian, untuk mendapatkan tambahan daya jiwa, untuk balas dendam, dan sebagai daya tahan berdirinya suatu bangunan. Setelah mendapatkan hasil dari mengayau, para pahlawan tidak boleh memasuki wilayah kampungnya, tetapi dengan cara memberikan tanda dalam bahasa Dayak Mualang disebut Nyelaing (teriakan khas Dayak) yang berbunyi Heeih !, sebanyak tujuh kali yang berarti pahlawan pulang dan menang dalam pengayauan dan memperoleh kepala lawan yang masih segar. Jika teriakan tersebut hanya tiga kali berarti para pahlawan menang dalam berperang atau mengayau tetapi jatuh korban dipihaknya. Jika hanya sekali berarti para pahlawan tidak mendapatkan apa-apa dan tidak diadakan penyambutan khusus. Setelah memberikan tanda nyelaing, para pengayau mengirimkan utusan untuk menemui pimpinan ataupun kepala sukunya agar mempersiapkan acara penyambutan. Proses penyambutan ini, melalui tiga babak yakni: Ngiring Temuai (mengiringi tamu ataupun memandu tamu) sampai kedepan Rumah Panjai (rumah panggung yang panjang) proses ngiring temuai ini dilakukan dengan cara menari dan tarian ini dinamakan tari Ajat (penyambutan). Kemudian kepala suku mengunsai beras kuning (menghamburkan beras yang dicampur kunir / beras kuning) dan membacakan pesan atau mantera sebagai syarat mengundang Senggalang burong (burung keramat / burung petuah penyampai pesan kepada Petara atau Tuhannya). Babak yang kedua yakni mancung buloh (menebaskan mandau atau parang guna memutuskan bambu), berarti bambu sengaja dibentangkan menutupi jalan masuk ke rumah panjai dan para tamu harus menebaskan mandaunya untuk memutuskan bambu tersebut sebagai simbol bebas dari rintangan yang menghalangi perjalanan tamu itu. Babak yang ketiga adalah Nijak batu (menginjakkan tumitnya menyentuh sebuah batu yang direndam didalam air yang telah dipersiapkan), sebagai simbol kuatnya tekad dan tinginya martabat tamu itu sebagai seorang pahlawan yang disegani. Air pada rendaman batu tersebut diteteskan pada kepala tamu itu sebagai simbol keras dan kuatnya semangat dari batu itu diteladani oleh pahlawan atau tamu yang disambut. Babak keempat yakni Tama’ Bilik (memasuki rumah panjai), setelah melalui prosesi babak diatas, maka tamu diijinkan naik ke rumah panjang dengan maksud menyucikan diri dalam upacara yang disebut Mulai Burung (mengembalikan semangat perang / mengusir roh jahat).
John Roberto P, S.Sn Dokumen.
Tinggalkan Komentar Anda……………?




TARIAN ADAT DAYAK

BERDASARKAN WILAYAH PENYEBARANNYA DI KALIMANTAN BARAT
Masyarakat Dayak di Kalimantan Barat terbagi berdasarkan sub-sub ethnik yang tersebar diseluruh kabupaten di Kalimantan Barat. Berdasarkan Ethno Linguistik dan cirri cultural gerak tari Dayak di Kalimantan Barat menjadi 5 besar yakni:
Kendayan / Kanayatn Grop : Dayak Bukit (ahe), Banyuke, Lara, Darit, Belangin, Bakati” dll. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Pontianak, Kabupaten Landak, Kabupaten Bengkayang, dan sekitarnya.
Ribunic / Jangkang Grop : Dayak Ribun, Pandu, Pompakng, Lintang, Pangkodatn, Jangkang, Kembayan, Simpakng, dll. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Sanggau Kapuas,
Dayak Mali, Tobakng Benua sampai Balai Bekuak Kabupaten Ketapang dan sekitarnya.
Iban / Ibanic : Dayak Iban dan sub-sub kecil lainnya, Mualang, Ketungau, Kantuk, Sebaruk, Banyur, Tabun, Bugau, Undup, Saribas, Desa, Seberuang, dan sebagainya. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Sambas (perbatasan), Kabupaten Sanggau / malenggang dan sekitarnya (perbatasan) Kabupaten Sekadau (Belitang Hilir, Tengah, Hulu) Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Serawak, Sabah dan Brunai Darusalam.
Tamanic Grop : Taman, Tamambaloh dan sub nya, Kalis, dan sebagainya. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Kapuas Hulu.
Selain terbagi menurut ethno linguistik yang terdata menurut jumlah besar groupnya, masih banyak lagi yang belum teridentifikasikan, karena menyebar dan berpencar dan terbagi menjadi suku yang kecil-kecil. Misalnya Dayak di Kabupaten Ketapang, daerah Persaguan, Kendawangan, daerah Kayong, Sandai, daerah Krio, Aur kuning. Daerah Manjau dsb.
Kemudian Dayak daerah Kabupaten Sambas, yaitu Dameo / Damea, Sungkung daerah Sambas dan Kabupaten Bengkayang dan sebagainya. Kemudian daerah Kabupaten Sekadau kearah Nanga Mahap dan Nanga Taman, Jawan, Jawai, Benawas, Kematu dan lain-lain. Kemudian Kabupaten Melawi, yaitu: Linoh, Nyangai, Ot Danum ( masuk kelompok kal-teng), Leboyan dsb. Kemudian Kapuas Hulu diantaranya: Suhaid / suaid, Mentebah, Suruk, Punan, Bukat, Kayan ( masuk kelompok kal-tim), Manday dan sebagainya.
Pembagian berdasarkan ethnolinguistik sangatlah menarik untuk di kaji dan perkuat berdasarkan Observasi, analisa, dan study lapangan. Maka berdasarkan grop terbesar masing-masing kelompok, tari Dayak di Kalimantan Barat, terbagi sebagai berikut: Kelompok Kendayan / Kanayatn grop, sampai kepada Jangkang grop, gerak tarinya mempunyai cirri yang rancak atau keras, menghentak, kejang-kejang, stakato. Untuk Kabupaten Sanggau Kapuas gerakan tersebut mulai timbul variasi, ada yang lembut dan ada juga yang keras. Pengaruh tari dari wilayah Kendayan grup Kabupaten Pontianak menyebar berdasarkan arah mata angin dalam radius tertentu, sampai ke Sanggau Kapuas. Hal ini di karenakan Kelompok kendayan /kanayatn (Bukir / ahe) mayoritas bermukim di Kabupaten Pontianak, Landak, dekat dengan kota pantai ( Pontianak, Mempawah dsb yang merupakan pintu masuk kedaerah pedalaman, hingga dapat menjadi filter demikian juga dapat mengalkulturasikan gerak tari “nya” dan yang mempengaruhinya. menyebabkan pengaruh penyerapan budaya yang secara lansung menyentuh pada komunitasnya. Hal ini juga secara filosofis dipengaruhi karaktaristik masyarakatnya yang keras ( karna berhadapan dengan budaya urban ) hingga mempengaruhi cultur social di bidang kesenian tarinya. Cirri stakato dan hentakan-hentakan lebih dominan pada kaki dan tangan, terutama tumit (Kendayan grop), demikian juga iringan musiknya mempunyai irama yang berdinamika, keras, tegas (walaupun umumnya suku Dayak lebih mengambil objek tari yang terdapat pada alam). Ibanik / grop, mulai dari kabupaten Sekadau, sampai ke kapuas hulu serta kelompok Tamanik dan Dayak yang lainnya yang bermukim di daerah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, mempunyai cirri gerak yang lembut, tegas, lincah, mempunyai gerak yang kontinyu (mengalir). Dominan cirri gerak tampak pada pinggul, kaki melangkah menyilang, dan cirri gerak tangan banyak menirukan gerak alam, burung-burung, cirri simetris (sebangun) dan gerak asimetris (tidak sebangun) tidak terlalu mendominasi walaupun ada untuk Dayak Kapuas Hulu. Sedangkan instrumen musiknya variatif baik musik tetabuhan maupun musik sapek. Tidak sekeras, dan stakato seperti wilayah Kabupaten Pontianak sampai ke Kabupaten Sanggau. Ciri-ciri gerak tari kelompok Ibanic Grop, mulai dari Kabupaten Sekadau sampai Kapuas Hulu tidak banyak mengalkulturasi atau tersentuh gerak tari luar (urban), karena ketika pendatang yang membawa kesenian luar tiba, mereka terfilter dan tertranspormasi diwilayah yang disinggahi pertama, baru kemudian menyebar ke daerah lainnya demikian juga cirri gerak kelompok Kapuas Hulu lainnya, kecuali Dayak Suaid ( terpengaruh gradasi budaya karena pengaruh masuknya agama kristiani di masa lalunya) Untuk suku Dayak Kayan dengan sub nya gerak tarinya lebih halus lagi dan lembut sesuai dengan iringan musik sapeknya, demikian juga yang bermukim di Serawak maupun Kalimantan Timur, dan suku serumpunnya yakni Dayak Kenyah.
Berikan Komentar anda…………..?




OBJEK WISATA BUKIT KELAM

Dengan namanya, bukit kelam sejatinya adalah sebuah bukit karena material yang membentuknya adalah batuan keras, Warga sekitar menganggapnya sebagai batu.Mereka meyakini bukit kelam merupakan bongkahan batu terbesar kedua didunia.

Letak bukit kelam sekitar 19 kilometer dari Kota sintang dan berada diwilayah kecamatan Kelam Permai. Awalnya fungsi bukit kelam adalah sebagai sumber air bagi masyarakat sekitarnya. Pada tahun 1992 kawasan tersebut ditetapkan sebagai objek wisata andalan kabupaten sintang.Bahkan kelak kawasan ini bisa menjadi objek wisata andalan Provinsi Kapuas Raya yang merupakan pemekaran Provinsi Kalimantan Barat dengan ibukotanya Sintang.
Bukit kelam sebenanrya adalah rangkaian perbukitan yang meliputi bukit rentap dan bukit lui/et. Pemerintah Kota sintang sudah merencanakan untuk menyatukan perbukitan tersebut sebagai kawasan wisata dengan sebutan Kelutap (Kelam, Luit dan Rentap).
Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di kawasan wisata tersebut, terutama bagi orang yang bernyali besar dan menggemari tantangan. Ketinggian bukit yang mencapai 900 meter dengan kemiringan tebing 15-45 derajat sangat menantang untuk melaksanakan panjat tebing.
Tidak sedikit pemanjat tebing yang berasal dari luar Kalimantan barat yang pernah menjajal bukit tersebut bahkan dari Jawa yang notabene mempunyai banyak tempat untuk uji nyali juga mampir dibukit kelam untuk menjawab tantangan nyali tsb.
Kelas wisatawan biasa bisa memanfaatkan tangga berpagar besi yang disediakan untuk menikmati pemandangan yang sangat menarik dari puncak bukit kelam, selain itu bagi mereka yang jarang melihat tanaman langka disini bisa melihat berbagai jenis tanaman yang jarang terlihat seperti Kantong semar berukuran raksasa serta anggrek hitam.
Sebelum sampai dikaki bukit para wisatawan harus menempuh perjalanan beberapa menit dari kecamatan kelam permai, sedangkan bagi wisatawan yang berangkat dari Kota sintang jarak tempuhnya kurang lebih 10km untuk sampai ke tempat wisata yang dimaksud.
Di tempat wisata, para wisatawan akan disuguhkan oleh pemandangan yang menarik.Bagi yang gemar mandi bisa mencoba dinginya air dari mata air terjun yang ada di bukit tersebut.Sedangkan objek wisata lainya yaitu adalah sebuah goa yang ada diperut bukit tersebut, konon waktu saya berwisata ke puncak bukit saya sempat menanyakan kepada para penjaga di situ ternyata gua tersebut adalah tempat dimana burung wallet bersarang.
Sebelum memasuki rute wisata bukit kelam,para wisatawan bisa mampir digaleri seni yang dibangun dengan bentuk perahu motor bandong yang menjadi alat transportasi sungai khas kota sintang.Wisatawan juga bisa singgah di dua rumah Ensaid pendek dan Ensaid panjang yang merupakan replika ukuran sebenarnya rumah khas suku dayak yang disebut rumah panjang.
Dikota sintang juga ada objek wisata sejarah keraton sintang yang menyimpan sejarah mulai dari zaman Hindu sampai Islam, banyak peninggalan sejarah yang berkaitan dengan kerajaan majapahit.
Untuk mencapai kota sintang ,wisatawan bisa menumpang bus dari ibu kota provinsi Kalimantan barat,pontianak.lama perjalanan sekitar 8 jam.tersedia bus ekonomi sampai eksekutuf dengan tarif berkisar antara Rp 100.000-120.000.Sesampainya dikota sintang wisatawan tidak perlu bingung karena dikota sintang terdapat banyak penginapan dan hotel yang bertarif murah,selain itu untuk mencapai objek wisata,wisatawan bisa menumpang bus wisata ataupun menyewa kendaraan maupun travel yang siap mengantar anda ke tempat wisata yang anda kehendaki.
Akhirnya bagi anda yang tertarik untuk berwisata ke Kota sintang selamat mencoba dan semoga anda puas dengan suguhan eksotisnya pemandangan yang ada.




Legenda sebeji

Masyarakat sekitar bukit kelam mengenal legenda yang terkait dengan bukit tersebut. Konon hidup dua pemimpin daerah setempat yang yang diyakini sebagai keturunan dewa di negeri Sintang.
Salah seorang dari mereka adalah Bujang Beji atau lebih dikenal dengan Sebeji yang sifat dan perangainya kasar,perusak,pendendam,pendengki,iri hati dan parahnya lagi dia serakah,terutama menyangkut ilmu kesaktian.konon dia paling dengki dengan orang yang lebih sakti dari dirinya dan selalu berkeinginan untuk melebihi orang lain,karena dia tidak ingin ada orang yang lebih sakti dari dirinya.

Sedangkan yang lainya adalah seorang temenggung yang bernama Marubai dengan sifat kebalikan dari Bujang beji,dia arif dan bijaksana,suka menolong,berhati mulia dan rendah hati.Kedua pemimpin itu keseharianya adalah menangkap ikan untuk menghidupi keluarganya,selain itu mereka juga berdagang dan berkebun.
Bujang beji dan para pengikutnya menguasai sungai disimpang Kapuas, sedangkan tumenggung Marubai menguasai Simpang sungai melawi.
Ikan di Simpang sungai melawi beraneka ragam dan berjumlah lebih banyak di bandingkan dengan sungai simpang Kapuas.
Tumenggung Marubai menangkap ikan di simpang sungai melawi dengan menggunakan bubu(perangkap ikan)yang terbuat dari bambu dan memasangnya di Aliran sungai yang berarus deras yang banyak sekali dilewati ikan hilir mudik,dengan begitu ikan-ikan akan mudah terperangkap masuk kedalam bubu.Hasil tangkapan ikan tersebut kemudian dipilih-pilih dan hanya ikan yang besar-besar yang dipilih sedangkan ikan yang masih kecil dilepaskan kembali agar ikan disimpang sungai melawi tidak habis untuk kemudian ditangkap lagi setelah besar.Dengan cara yang demikian itu,ikan-ikan di simpang sungai melawi tidak akan pernah habis dan akan terus berkembang biak.
Mengetahui hal tersebut, Bujang beji iri hati, diapun menangkap ikan disimpang sungai Kapuas dengan Cara khas suku Dayak yaitu menangkap ikan dengan Cara menuba (meracun ikan-ikan dengan tuba yang di dapat dari akar-akar tumbuhan maupun dari buah tumbuhan yang memabukan). Dengan Cara ini Bujang beji mendapatkan hasil yang jauh lebih banyak dari Tumenggung Marubai karena ikan-ikan kecil maupun ikan-ikan besar Akan mabuk dan mati semua karena terkena air tuba.
Awalnya Bujang beji memperoleh tangkapan ikan yang lebih banyak dari Tumenggung Marubai, tapi lama-kelamaan ikan di Simpang sungai Kapuas habis karena terlalu sering dituba oleh Bujang beji dan para pengikutnya. Sementara di simpang sungai melawi ikan sungai tersebut tidak pernah habis, malah semakin banyak di karenakan Tumenggung Marubai selalu melepaskan ikan-ikan kecil yang kemudian berkembang biak menjadi banyak, tambahan lagi ikan-ikan dari simpang sungai kapuas yang masih hidup ada yang bermigrasi ke Simpang sungai melawi untuk menghindari air tuba dari Bujang beji.Hal tersebut membuat bujang beji menjadi iri hati dan dengki kepada Tumenggung Marubai.
Bujang beji akhirnya berniat buruk terhadap Tumenggung Marubai,dia berniat menghentikan aliran sungai Simpang melawi dengan menutup aliran sungai bagian hulu,maka di angkatlah oleh Bujang Beji sebuah bukit batu yang ada di Nanga Silat.
Di tengah perjalanan Bujang beji terjatuh dan bukit yang dibawanyapun jatuh disebuah rantau yaitu pantai sepanjang teluk/sungai pesisir/ lawan darat yang sekarang di sebut Jetak.Upaya yang dilakukan oleh Bujang Beji untuk mengangkat kembali bukit batu tersebut tidak membuahkan hasil, maka menetaplah puncak bukit itu di rantau tersebut, Puncak bukit itulah yang kemudian menjadi bukit kelam yang terlihat sampai sekarang ini.

Bagaimana komentar anda setelah membaca artikel ini..?



SEJARAH SUKU DAYAK

Asal Usul
Dayak merupakan sebutan bagi penduduk asli pulau Kalimantan. Pulau kalimantan terbagi berdasarkan wilayah Administratif yang mengatur wilayahnya masing-masing terdiri dari: Kalimantan Timur ibu kotanya Samarinda, Kalimantan Selatan dengan ibu kotanya Banjarmasin, Kalimantan Tengah ibu kotanya Palangka Raya, dan Kalimantan Barat ibu kotanya Pontianak.
Kelompok Suku Dayak, terbagi lagi dalam sub-sub suku yang kurang lebih jumlahnya 405 sub (menurut J. U. Lontaan, 1975). Masing-masing sub suku Dayak di pulau Kalimantan mempunyai adat istiadat dan budaya yang mirip, merujuk kepada sosiologi kemasyarakatannya dan perbedaan adat istiadat, budaya, maupun bahasa yang khas. Masa lalu masyarakat yang kini disebut suku Dayak, mendiami daerah pesisir pantai dan sungai-sungai di tiap-tiap pemukiman mereka.
Etnis Dayak Kalimantan menurut seorang antropologi J.U. Lontaan, 1975 dalam Bukunya Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat, terdiri dari 6 suku besar dan 405 sub suku kecil, yang menyebar di seluruh Kalimantan. Kuatnya arus urbanisasi yang membawa pengaruh dari luar,seperti melayu menyebabkan mereka menyingkir semakin jauh ke pedalaman dan perbukitan di seluruh daerah Kalimantan.
Mereka menyebut dirinya dengan kelompok yang berasal dari suatu daerah berdasarkan nama sungai, nama pahlawan, nama alam dan sebagainya. Misalnya suku Iban asal katanya dari ivan (dalam bahasa kayan, ivan = pengembara) demikian juga menurut sumber yang lainnya bahwa mereka menyebut dirinya dengan nama suku Batang Lupar, karena berasal dari sungai Batang Lupar, daerah perbatasan Kalimantan Barat dengan Serawak, Malaysia. Suku Mualang, diambil dari nama seorang tokoh yang disegani (Manok Sabung/algojo) di Tampun Juah dan nama tersebut diabadikan menjadi sebuah nama anak sungai Ketungau di daerah Kabupaten Sintang (karena suatu peristiwa) dan kemudian dijadikan nama suku Dayak Mualang. Dayak Bukit (Kanayatn/Ahe) berasal dari Bukit/gunung Bawang. Demikian juga asal usul Dayak Kayan, Kantuk, Tamambaloh, Kenyah, Benuag, Ngaju dan lain-lain, yang mempunyai latar belakang sejarah sendiri-sendiri.
Namun ada juga suku Dayak yang tidak mengetahui lagi asal usul nama sukunya. Nama "Dayak" atau "Daya" adalah nama eksonim (nama yang bukan diberikan oleh mayarakat itu sendiri) dan bukan nama endonim (nama yang diberikan oleh masyarakat itu sendiri). Kata Dayak berasal dari kata Daya” yang artinya hulu, untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan Kalimantan umumnya dan Kalimantan Barat khususnya, (walaupun kini banyak masyarakat Dayak yang telah bermukim di kota kabupaten dan propinsi) yang mempunyai kemiripan adat istiadat dan budaya dan masih memegang teguh tradisinya.
Kalimantan Tengah mempunyai problem etnisitas yang sangat berbeda di banding Kalimantan Barat. Mayoritas ethnis yang mendiami Kalimantan Tengah adalah ethnis Dayak, yang terbesar suku Dayak Ngaju, Ot Danum, Maanyan, Dusun, dsb. Sedangkan agama yang mereka anut sangat variatif. Dayak yang beragama Islam di Kalimantan Tengah, tetap mempertahankan ethnisnya Dayak, demikian juga bagi Dayak yang masuk agama Kristen. Agama asli suku Dayak di Kalimantan Tengah adalah Kaharingan, yang merupakan agama asli yang lahir dari budaya setempat sebelum bangsa Indonesia mengenal agama pertama yakni Hindu. Karena Hindu telah meyebar luas di dunia terutama Indonesia dan lebih dikenal luas, jika dibandingkan dengan agama suku Dayak, maka Agama Kaharingan dikategorikan ke cabang agama Hindu.
Propinsi Kalimantan Barat mempunyai keunikan tersendiri terhadap proses alkurturasi cultural atau perpindahan suatu culture religius bagi masyarakat setempat. Dalam hal ini proses tersebut sangat berkaitan erat dengan dua suku terbesar di Kalimantan Barat yaitu Dayak,Melayu dan Tiongkok. Pada mulanya Bangsa Dayak mendiami pesisir Kalimantan Barat, hidup dengan tradisi dan budayanya masing-masing, kemudian datanglah pedagang dari gujarab beragama Islam (Arab Melayu) dengan tujuan jual-beli barang-barang dari dan kepada masyarakat Dayak, kemudian karena seringnya mereka berinteraksi, bolak-balik mengambil dan mengantar barang-barang dagangan dari dan ke Selat Malaka (merupakan sentral dagang di masa lalu), menyebabkan mereka berkeinginan menetap di daerah baru yang mempunyai potensi dagang yang besar bagi keuntungan mereka.
Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Dayak ketika bersentuhan dengan pendatang yang membawa pengetahuan baru yang asing ke daerahnya. Karena sering terjadinya proses transaksi jual beli barang kebutuhan, dan interaksi cultural, menyebabkan pesisir Kalimantan Barat menjadi ramai, di kunjungi masyarakat lokal (Dayak) dan pedagang Arab Melayu dari Selat Malaka. Di masa itu system religi masyarakat Dayak mulai terpengaruh dan dipengaruhi oleh para pedagang Melayu yang telah mengenal pengetahuan, pendidikan dan agama Islam dari luar Kalimantan. Karena hubungan yang harmonis terjalin baik, maka masyarakat lokal atau Dayak, ada yang menaruh simpati kepada pedagang Gujarat tersebut yang lambat laun terpengaruh, maka agama Islam diterima dan dikenal pada tahun 1550 M di Kerajaan Tanjung Pura pada penerintahan Giri Kusuma yang merupakan kerajan melayu dan lambat laun mulai menyebar di Kalimantan Barat.
masyarakat Dayak masih memegang teguh kepercayaan dinamismenya, mereka percaya setiap tempat-tempat tertentu ada penguasanya, yang mereka sebut: Jubata, Petara, Ala Taala, Penompa dan lain-lain, untuk sebutan Tuhan yang tertinggi, kemudian mereka masih mempunyai penguasa lain dibawah kekuasaan Tuhan tertingginya: misalnya: Puyang Gana ( Dayak mualang) adalah penguasa tanah , Raja Juata (penguasa Air), Kama”Baba (penguasa Darat),Jobata,Apet Kuyan'gh(Dayak Mali) dan lain-lain. Bagi mereka yang masih memegang teguh kepercayaan dinamisme nya dan budaya aslinya nya, mereka memisahkan diri masuk semakin jauh kepedalaman.
adapun segelintir masyarakat Dayak yang telah masuk agama Islam oleh karena perkawinan lebih banyak meniru gaya hidup pendatang yang dianggap telah mempunyai peradaban maju karena banyak berhubungan dengan dunia luar. (Dan sesuai perkembangannya maka masuklah para misionaris dan misi kristiani/nasrani ke pedalaman). Pada umumnya masyarakat Dayak yang pindah agama Islam di Kalimantan Barat dianggap oleh suku dayak sama dengan suku melayu. Suku Dayak yang masih asli (memegang teguh kepercayaan nenek moyang) di masa lalu, hingga mereka berusaha menguatkan perbedaan, suku dayak yang masuk Islam(karena Perkawinan dengan suku Melayu) memperlihatkan diri sebagai suku melayu.banyak yang lupa akan identitas sebagai suku dayak mulai dari agama barunya dan aturan keterikatan dengan adat istiadatnya. Setelah penduduk pendatang di pesisir berasimilasi dengan suku Dayak yang pindah(lewat perkawinan dengan suku melayu) ke Agama Islam,agama islam lebih identik dengan suku melayu dan agama kristiani atau kepercayaan dinamisme lebih identik dengan suku Dayak.sejalan terjadinya urbanisasi ke kalimantan, menyebabkan pesisir Kalimantan Barat menjadi ramai, karena semakin banyak di kunjungi pendatang baik local maupun nusantara lainnya.
Untuk mengatur daerah tersebut maka tokoh orang melayu yang di percayakan masyarakat setempat diangkat menjadi pemimpin atau diberi gelar Penembahan (istilah yang dibawa pendatang untuk menyebut raja kecil ) penembahan ini hidup mandiri dalam suatu wilayah kekuasaannya berdasarkan komposisi agama yang dianut sekitar pusat pemerintahannya, dan cenderung mempertahankan wilayah tersebut. Namun ada kalanya penembahan tersebut menyatakan tunduk terhadap kerajaan dari daerah asalnya, demi keamanan ataupun perluasan kekuasaan.
Masyarakat Dayak yang pindah ke agama Islam ataupun yang telah menikah dengan pendatang Melayu disebut dengan Senganan, atau masuk senganan/masuk Laut, dan kini mereka mengklaim dirinya dengan sebutan Melayu. Mereka mengangkat salah satu tokoh yang mereka segani baik dari ethnisnya maupun pendatang yang seagama dan mempunyai karismatik di kalangannya, sebagai pemimpin kampungnya atau pemimpin wilayah yang mereka segani.
Tinggalkan Komentar Anda……….?




Cari Blog Ini

Daftar Blog

Bagaimana blog ini menurut anda....?