Kalangan kapitalis, antek neolib, dan para markus yang selama ini bebas berkeliaran di berbagai instansi penegak hukum, lembaga pemerintahan, maupun parlemen, awalnya tentu tak mengira betapa dahsyatnya kekuatan publikasi, informasi, serta pers sekarang. "Dalam kasus Prita saja, para kapitalis itu pikir, dengan menempuh jalur hukum, maka hukum dan aparat bisa mereka beli dan suara keadilan publik bisa mereka bungkam," ujarnya.
Mereka lupa, lanjut Zainal, kekuatan publikasi dari komunitas media (elektronik, cetak, dan dunia maya) selalu memihak kepada masyarakat yang teraniaya. "Ya kan makin panjang saja barisan rakyat yang teraniaya oleh hukum, uang, dan kekuasaan. Itulah yang dilawan oleh people power yang tak perlu ramai-ramai dan capek-capek berpanas-panas di jalan, tetapi cukup dengan kekuatan media itu," katanya.
Tetapi memang, people power tentu bisa menjadi sebuah erupsi sosial, jika pada satu tahapan, kekuatan media itu dicoba-coba dibungkam oleh siapa pun. "Yang jelas, sampai kini media nasional di mana-mana semakin baik untuk mampu menyibak tabir kebohongan dan kemunafikan mereka yang tidak berhati nurani. Hanya, masih perlu untuk lebih memihak rakyat lagi," katanya.
Mereka lupa, lanjut Zainal, kekuatan publikasi dari komunitas media (elektronik, cetak, dan dunia maya) selalu memihak kepada masyarakat yang teraniaya. "Ya kan makin panjang saja barisan rakyat yang teraniaya oleh hukum, uang, dan kekuasaan. Itulah yang dilawan oleh people power yang tak perlu ramai-ramai dan capek-capek berpanas-panas di jalan, tetapi cukup dengan kekuatan media itu," katanya.
Tetapi memang, people power tentu bisa menjadi sebuah erupsi sosial, jika pada satu tahapan, kekuatan media itu dicoba-coba dibungkam oleh siapa pun. "Yang jelas, sampai kini media nasional di mana-mana semakin baik untuk mampu menyibak tabir kebohongan dan kemunafikan mereka yang tidak berhati nurani. Hanya, masih perlu untuk lebih memihak rakyat lagi," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
COMENTAR ANDA.....?